Nusantara

Banjir Bandang Simpang Tonang, Anton Belum Ditemukan, 12 Personel Basarnas Terus Lakukan Pencarian

Wabup Pasaman, H.Parulian Dalimunthe bersama rombongan disambut masyarakat Kampung Parit saat meninjau langsung ke lokasi banjir di Nagari Simpang Tonang.


‎Pasaman (Dua Koto), desernews.com
‎Upaya pencarian terhadap Amrianton (53), warga Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman Sumatera Barat, yang diduga hanyut terseret arus banjir bandang, hingga Sabtu (19/9/2026) pukul 15.00 WIB masih terus dilakukan.

‎Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Pasaman, Polsek Dua Koto, Babinsa, aparatur pemerintahan nagari serta masyarakat setempat terus menyisir aliran sungai dan kawasan terdampak untuk menemukan korban.

‎Sebanyak 12 personel Basarnas dikerahkan dalam operasi pencarian tersebut. Tim menggunakan berbagai peralatan pendukung guna memperluas jangkauan pencarian di tengah kondisi medan yang cukup berat dan arus sungai yang masih harus diwaspadai.

‎Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, Anton bersama anaknya sedang melakukan aktivitas mencari emas menggunakan mesin dompeng. Secara tiba-tiba, banjir bandang datang menerjang kawasan tersebut.

‎Saat air mulai membesar, korban berupaya menyelamatkan mesin dompeng dengan menambatkannya pada salah satu pohon kopi. Namun, derasnya debit air dan tekanan arus semakin kuat sehingga korban kesulitan mempertahankan posisinya.

‎Dalam situasi tersebut, anak korban sempat berupaya membantu ayahnya. Namun derasnya arus membuat upaya tersebut tidak berhasil. Anton akhirnya terseret arus ke arah hilir dan hingga kini belum ditemukan. Sementara anak korban berhasil menyelamatkan diri.

H. Parulian Dalimunthe didampingi Camat Dua Koto, Hapnil Wadi, berkunjung ke rumah orang tua Anton yang menjadi korban hayut di Sungai Jember.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut segera melaporkannya kepada Polsek Dua Koto, BPBD Kabupaten Pasaman dan pihak terkait. Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, SH, MH, bersama personelnya bergerak cepat menuju lokasi.

‎Kehadiran jajaran kepolisian di tengah situasi darurat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan warga sekaligus melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir. Respons cepat Kapolsek bersama personel Polsek Dua Koto mendapat apresiasi masyarakat.

‎ Di tengah kondisi alam yang sulit diprediksi, kehadiran aparat di lokasi menjadi bentuk nyata pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
‎Tidak berselang lama, tim Basarnas, BPBD Kabupaten Pasaman, Babinsa, aparatur nagari dan unsur terkait lainnya tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan serta pencarian terhadap korban.

‎Kepala BPBD Kabupaten Pasaman Mardianto bersama jajaran juga terus mengawal proses penanganan bencana dan pencarian korban. Sinergi antara BPBD, Basarnas, kepolisian, TNI dan pemerintahan nagari menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan koordinasi lintas sektor yang cepat, terukur dan berkesinambungan.

‎Selain menyebabkan seorang warga diduga hanyut, banjir bandang tersebut juga mengakibatkan sedikitnya dua unit rumah warga mengalami kerusakan.
‎Kerusakan cukup parah dialami rumah Masmedi (70), warga yang rumahnya berada persis di pinggir Sungai Jember, Kejorongan Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto.

Kapolsek Dua Koto, Ipda Rido M. Simamora, bersama Danramil 03/Talu, Kapten Inf Sayutis (kiri).

‎Wabup Pasaman: Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

‎Di tengah suasana duka dan pencarian korban, Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe turun langsung ke lokasi bersama Ketua Baznas yang diwakili Ketua II Irpan Malinmudo, S.Sos, serta rombongan.

‎Kehadiran Wabup bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

‎Kepada wartawan desernews.com, Wabup H. Parulian Dalimunthe menyampaikan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan sempadan sungai maupun yang melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai.

‎”Peristiwa ini tentu menjadi pengalaman berharga bagi kita untuk ke depannya, apalagi rumah-rumah yang berada di tepi sungai. Kejadian ini luar biasa, terutama ketika hujan turun dengan deras dan secara mendadak,” ujar Wabup.

‎Menurutnya, kondisi cuaca dan perubahan iklim yang semakin ekstrem menuntut masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
‎”Kita memohon kepada masyarakat, khususnya yang rumahnya berada di pinggir sungai, untuk tetap waspada. Apalagi situasi iklim sekarang merupakan situasi ekstrem yang terkadang sulit diprediksi,” katanya.

‎Wabup juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas mendulang emas.
‎Ia memahami bahwa aktivitas tersebut telah menjadi salah satu mata pencaharian sebagian masyarakat. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

‎”Memang mendulang emas tidak bisa kita pungkiri sudah menjadi mata pencaharian masyarakat kita. Karena itu, harapan kita, tetap waspada dan berhati-hati,” tegasnya.

Ketua Baznas Pasaman diwakili Irfan Malinmudo (tengah) dan Babinkamtibmas Wendi (kiri) turut neninjau ke lokasi banjir.

Wabup Sambangi Keluarga Korban

‎Sebelum meninjau lokasi, H. Parulian Dalimunthe juga menyempatkan diri mendatangi keluarga korban secara langsung. Kepada keluarga Anton, Wabup menyampaikan setawar sedingin, sekaligus memberikan penguatan agar keluarga tetap tabah dan bersabar menghadapi musibah tersebut.

‎Wabup juga menegaskan bahwa proses pencarian terhadap Anton masih berlangsung dan pemerintah bersama unsur terkait terus berupaya melakukan pencarian semaksimal mungkin.

‎Kehadiran Wabup di tengah keluarga korban menjadi bentuk empati pemerintah daerah sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang menanti kepastian nasib anggota keluarganya.

‎Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi Camat Dua Koto Hapnil Wadi, SH, Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, SH, MH, Danramil 03 Talu Kapten inf Sayutis, Wali Nagari Simpang Tonang Utara Ottrinaldi, S.Pd, serta masyarakat Kampung Parit, Kejorongan Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang.

‎Sementara itu, operasi pencarian terhadap Anton masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Seluruh unsur di lapangan diharapkan tetap mengutamakan keselamatan personel mengingat kondisi arus sungai dan cuaca yang masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

‎Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi sungai, terutama ketika hujan berintensitas tinggi turun di kawasan hulu, merupakan bagian penting dari upaya mengurangi risiko korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close