Hotnida Boang Manalu Sempat Murtad Karena Nafsu, sekarang Bersyahadat Kembali ke Pangkuan Islam

Subulussalam, desernews.com
Hotnida Boang Manalu (39) kembali bersyahadat berikrar untuk memeluk agama Islam. Menurut Aktifis Dakwah Perbatasan, Ustazd Teuku Azhar LC, mengatakan kepada wartawan Senin 31 Agustus 2026, sebenarnya Hotnida Boang Manalu ini awalnya muslimah, keluarga besarnya (Ayah dan Ibunya) muslim, namun karena lemahnya iman dan kurang memahami tentang Syariat Islam, maka dia terjebak dengan nafsu, sehingga ia memutuskan untuk keluar dari Islam untuk menikahi lelaki penganut Nasrani pada bulan Juni 2024.
“Tapi sayang menikah dengan lelaki pilihannya rupanya bukan keputusan yang benar, usia pernikahan hanya berjalan enam bulan. Rupanya Allah masih terus menegur Hotnida Boang Manalu pada bulan Maret 2026, ayahanda tercinta seorang muslim taat meninggal dunia, mungkinn karena kecewa putrinya menjadi murtad,” ujarnya.
“Setelah ayahanda tercinta meninggal dunia, Hotnida masih mendapat teguran dari Allah yaitu menderita penyakit yang tidak diketahui apa penyebabnya yang membuatnya susah untuk berdiri dan berjalan. Sekarang Hotnida Boang Manalu dengan penuh kesadaran, penyesalan dan menyatakan bertaubat, kembali bersyahadat berikrar menganut Islam, dan berikrar untuk tetap teguh didalam Islam dan akan berusaha mempelajari dan mendalami Ilmu tentang Islam yang sesungguhnya,” terang Ustazd Teuku Azhar.
Kembalinya Hotnida Boang Manalu kedalam Islam dibimbing Aktifis Dakwah FDP, Ustazd Alamsyah, disaksikan oleh Kordinator FDP Wilayah Singkil, Bpk H. Muchlis Pohan, serta perwakilan Keluarga Mualaf dan tokoh masyarakat.
Sementara itu Aktifis FDP, Ustazd Teuku Azhar,Lc, M. Sos menyambut baik dengan perkembangan Mualaf di Subulussalam dan Singkil mengalami peningkatan jumlah mualaf sangat signifikan. FDP menjadi program mualaf sebagai Top Priority.
Menurut Ustadz T. Azhar, Islam tanpa binaan tidak akan merubah perilaku mereka sebagai mualaf, untuk itu kita mengajak semua masyarakat muslim dimanapun berada untuk mendukung program pembinaan saudara kita yang baru mualaf.(T. Jamaluddin)




