Daerah

Forkopimda Karo Siapkan Posko dan Lokasi Pengungsian, Dua Desa Terpaksa Dievakuasi

Forkopimda Karo adakan rapat untuk penanganan dampak erupsi Gunung Sinabung [Foto/Ist]
Tanah Karo, desernews.com
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo menggelar rapat pembahasan kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan status aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Rapat tersebut membahas langkah-langkah strategis dan kesiapan seluruh unsur terkait dalam penanganan masyarakat terdampak, mulai dari kesiapan lokasi pengungsian, posko darurat, pelayanan kesehatan, transportasi evakuasi hingga kebutuhan logistik bagi warga.

Pemerintah Kabupaten Karo bersama BPBD dan seluruh instansi terkait telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian bagi masyarakat apabila proses evakuasi diperlukan. Untuk warga Desa Kuta Tengah, lokasi pengungsian disiapkan di Desa Sukatepu, Losd dan Koperasi Desa Merah Putih [KDMP.

Sementara itu, bagi masyarakat di wilayah Payung, lokasi pengungsian disiapkan di Losd Laubuh Desa Batukarang, dengan Pos Darurat di Kantor Camat Payung. Selain itu, Pos Darurat Simpang Tiga Kicat juga telah dipersiapkan sebagai salah satu titik penanganan darurat.

Untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan dengan baik, Pemerintah Kabupaten Karo menempatkan Puskesmas dan tenaga kesehatan di setiap posko pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan serta pemantauan kondisi warga selama berada di lokasi pengungsian.

Dalam kesiapan proses evakuasi, kendaraan evakuasi juga telah disiapkan dan ditempatkan pada titik-titik desa yang telah ditentukan. BPBD Kabupaten Karo bersama unsur terkait akan terus melakukan koordinasi dan memastikan kesiapan sarana serta personel dalam menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

Selain itu, SPPG turut dilibatkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, sementara Perum Bulog menyiapkan ketersediaan beras sebagai bagian dari dukungan logistik bagi warga yang terdampak maupun masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Karo juga mengambil langkah antisipatif dengan meliburkan kegiatan sekolah selama dua hari. Waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran daring dan sekolah lapang, sehingga proses pendidikan bagi peserta didik tetap dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan perkembangan situasi.

Forkopimda Kabupaten Karo menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, BPBD, instansi kesehatan serta pihak terkait terus melakukan koordinasi secara intensif dalam rangka memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Pemerintah Kabupaten Karo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta mematuhi seluruh arahan dan rekomendasi dari pemerintah dan petugas di lapangan.

Seluruh perkembangan situasi akan terus dipantau dan langkah-langkah penanganan akan disesuaikan dengan kondisi aktivitas Gunung Sinabung serta rekomendasi dari pihak berwenang.[FS-Ring]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close