Daerah

Bupati Karo Bersama Forkopimda Terus Pantau Perkembangan Kesehatan Pasien Yang Dirawat di Rumah Sakit

Bupati Karo Antonius Ginting, Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP, bersama Forkopimda dan OPD Pemkab Karo pantau kondisi pasien keracunan terduga akibat MBG di RS Efarina Etaham.[Foto/Ist]
Tanah Karo, desernews.com
Untuk memastikan perkembangan kondisi kesehatan para siswa dari SMAN 1 Berastagi dan Yayasan Perguruan Bersama Berastagi yang sedang menjalani rawat inap di beberapa Rumah Sakit akibat dugaan keracunan setelah menyantap makan siang program Makan Bergizi Gratis [MBG] terus dipantau.

Bupati Karo Antonius Ginting bersama Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, SSTP, MM serta jajaran Forkopimda Karo, Kadis Kesehatan, dr Emanuel Sinuhaji, Kadis Kominfo, Hesty Maria Tarigan, SH, MH, para kepala OPD melakukan peninjauan kembali ke Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi pada Jumat (14/08/2026).

Pantauan itu dilakukan untuk memastikan penanganan medis seluruh korban berjalan secara optimal dan maksimal, juga untuk mengetahui kondisi masing-masing siswa.

Dalam peninjauannya, Bupati Karo menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam serta menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan para siswa adalah prioritas utama pemerintah daerah. Seluruh pembiayaan dan penanganan medis dipastikan tertangani dengan baik oleh pihak fasilitas kesehatan.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh anak-anak kita mendapatkan perawatan medis yang terbaik dan intensif. Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda dan tim medis terus berkoordinasi 24 jam untuk memantau perkembangan kesehatan para korban,” tegas Bupati Karo di sela-sela peninjauan.

Rekapitulasi penanganan medis kepada korban SPPG Karo Berastagi Sempajaya
berdasarkan data penanganan medis sementara dari Tim Satgas/Dinas Kesehatan Kabupaten Karo per tanggal 14 Agustus 2026 sekira jam 16.00 WIB, tercatat data perkembangan pasien sebagai berikut:

Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi, jumlah pasien 101 orang, rawat Inap 61 orang, dipulangkan 39 orang, rujukan 1 orang ke Rumah Sakit Haji Medan atas nama Krismas Dayanti Br Sihite mengalami sakit perut dan mual.

Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabanjahe, jumlah pasien 35 orang, rawat inap 2 orang, dipulangkan 32 orang dan dirujuk ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan 1 orang atas nama Inka Kristi Br Ginting (Indikasi/Riwayat Epilepsi).

Sedangkan di Rumah Sakit Amanda Berastagi jumlah pasien 212 orang, rawat inap 46 orang, dipulangkan 166 orang, dirujuk ke RS Mina Kabanjahe 5 orang dipulangkan 5 orang.

Dan di Rumah Sakit Yoreskitha jumlah pasien 1 orang, rawat Inap 1 orang.
Jadi total semua pasien 354 orang, rawat inap 110 orang, dipulangkan 242 orang dan rujukan 2 orang.

Dalam hal ini Pemkab Karo bersama pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan saat ini juga tengah mengawal proses investigasi laboratorium terhadap sampel makanan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya gangguan kesehatan massal ini.

Pemkab Karo mengimbau kepada masyarakat dan para orang tua siswa untuk tetap tenang serta mempercayakan proses penanganan dan investigasi sepenuhnya kepada pihak berwenang. Informasi perkembangan kondisi pasien akan terus diperbarui secara berkala secara transparan.[FS-Ring]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close