Aceh Darussalam

TAA Cang Panah SUMUT Lahir di Warung Kopi, Spontanitas Tanpa Rencana, Hasilnya Luar Biasa

Ist.

Banda Aceh, desernews.com
Berkumpul dan bersilaturahim para tokoh tidak sekedar kumpul biasa, ngopi dan cerita, tetapi berkumpul para tokoh akan menghasilkan pemikiran yang Luar biasa.

“Pagi itu pada suatu hari di bulan Oktober 2020 atau sekitar 6 tahun yang lalu di ujung Jalan Setiabudi atau lebih dikenal dengan Titi Bobrok, di pojok Istana Pengantin berkumpul beberapa Intelektual, Tokoh Masyarakat Aceh di perantauan, ketika itu berkumpul hanya melepas rindu sesama perantau, sambil menenggak kopi dan bercerita tanpa arah, lahirlah sebuah perkumpulan yang dinamakan Tim Adat Aceh Cang Panah SUMUT,” kata penggagas, H. Zulkifli Hamzah kepada Desernews
baru-baru ini di Banda Aceh.

Kenapa dinamakan Tim Adat Aceh Cang Panah, karena organisasi ini lahir tidak direncanakan dari awal, hanya duduk kumpul minum kopi bercerita, namun H. Zulkifli Hamzah saat itu menawarkan untuk ada kelompok kecil yang mengurus dan melestarikan adat dan budaya Aceh di Medan khususnya.

Seperti gayung bersambut, salah satu tokoh agama yang juga intelektual, Al Ustazd Profesor. Dr. H. Hasballah Thayeb MA, ada Prof. Dr. Ir. H. Bustami Syam, ada juga dari kalangan pengusaha dan pensiunan sepakat menobatkan nama Tim Adat Aceh Cang Panah, artinya Cerita- cerita di warung Kopi.

Lahir secara spontan, namanya yang mudah diingat, arah kerja juga sangat mulia, maka pada saat itu langsung di bentuk kepengurusan dengan spontan.

Ist.

“Tujuan dibentuknya organisasi ini semata-mata untuk mempererat hubungan silaturahim para perantau Aceh dengan istilah membangun jembatan hati antar sesama anggota, masyarakat, dan hubungan Sosial kemanusiaan antar daerah, antar wilayah dan antar Bangsa,” kata Abu Tibore, panggilan akrab Zulkifli Hamzah.

Struktur kepengurusan TAA CP, terdiri: Wali (pimpinan tertinggi), Tuha Peut (penasehat dan lengawas), Panglima (ketua harian), Keurani (sekretaris),
Relawan (pekerja/anggota).

Kepengurusan saat ini adalah: jabatan Wali: H. Zulkifli Hamzah, Panglima: Kompol (Purn) M. Hasan Yusuf, Keurani: Abdullah Amin (Alm) sedang proses mengganti, jabatan Tuha Peut: Prof. Dr.H. Hasballah Thayeb. MA, Prof. Dr. Ir. H. Bustami Syam, H. Ahmad Basri, H. Rudi Rudolf. H. Mansoer Amin. H. Hasbi Mustafa.

Untuk saat ini TAA CP sudah berusia enam tahun, manfaat sudah dirasakan oleh masyarakat luas,
TAA CP lebih fokus kepada kegiatan sosial keagamaan, budaya dan adat istiadat.

Khusus untuk kepedulian sesama TAA CP bahu membahu dengan sukarela membantu seperti penanganan bencana, pemulangan jenazah ke daerah Aceh khususnya dan bahkan juga di daerah lain Sumatra Utara karena misi kemanusiaan tetap diutamakan.

Menyangkut kerjasama Tim Adat Aceh Cang Panah sudah menjalin kerja sama dengan SUBA Malaysia, termasuk dengan warga Aceh Kp Yan Keudah.

Tim relawan Cang Panah bekerja tanpa pamrih, bekerja ikhlas mengharap ridhoi Allah.(T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close