Mahasiswa Nommensen Unjuk Rasa, Tuntut Stabilkan Rupiah dan Harga Bahan Pokok

Medan,desernews.com
Keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Imam Bonjol No. 5 Kota Medan, Senin (22/6).
“Minggir Bung. Minggir Bung. Minggir Bung. Anak Nommensen mau lewat. Haa…haa …haa. Hii..
hii…hii. Anak Nommensen turun lagi. Hahaa..haa..haa….Hii…hii… hiii. Anak Nommensen turun lagi,”demikian lirik lagu sebagai tanda semangat unjuk rasa yang dinyanyikan massa pengunjuk rasa dari keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan itu tatkala berjalan di Jalan Imam Bonjol menuju kantor DPRD Sumut.
Setibanya di depan pintu masuk atau gerbang DPRD Sumut. Massa keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan melakukan orasi.
“Hidup mahasiswa. Hidup rakyat Indonesia. Hidup perempuan-perempuan yang melawan,”demikian teriakan-teriakan keras dari mahasiswa saat berorasi.
Di aksi unjuk rasa. Dalam orasinya. Massa dari keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan terus mendesak agar program makanan bergizi gratis (MBG) dan sekolah rakyat di evaluasi agar tepat sasaran dan tidak menjadi beban anggaran. Kemudian, revisi UU TNI dan Polri serta kembalikan supremasi sipil.
Selanjutnya, menuntut agar distabilkan nilai rupiah, harga bahan bakar minyak (BBM), harga kebutuhan bahan pokok, sahkan RUU perampasan aset, sahkan RUU masyarakat adat dan revitalisasi pendidikan nasional melalui peningkatan kualitas dan penguatan fasilitas.
Di aksi unjuk rasa. Massa keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan mendesak agar Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, SH, MKn segera hadir untuk menerima aspirasi.
Namun Erni Ariyanti, SH, MKn tak kunjung datang untuk menemui massa keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan yang tengah berunjuk rasa itu.
Tepat pukul 16.00 WIB massa keluarga besar
mahasiswa Nommensen Medan membakar ban di depan pintu masuk atau gerbang DPRD Sumut.
“Kawan-kawan. Kita membakar ban sebagai bentuk kekecewaan karena Ketua DPRD Sumut tidak mau menemui kita,”komentar mahasiswa.
Ban dibakar. Asap hitam pun mengepul di depan pintu masuk atau gerbang DPRD Sumut.
Di pukul 16.24 WIB massa mahasiswa Nommensen Medan kesal. Pintu masuk atau gerbang DPRD Sumut dipukuli dan digoyang-goyang.
Melihat aksi massa keluarga besar mahasiswa Nommensen memulai memanas. Di pukul 16.31 WIB, di halaman DPRD Sumut. Jajaran Korps Brimob langsung cepat mengenakan helm, jaket pelindung dan tameng anti hura-hara dan berjalan ke kanan pintu masuk atau gerbang dekat gedung DPRD Sumut. Stand by berdiri sembari menunggu perintah.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol.Dr.Jean Calvijn Simanjuntak, SIK pun berusaha keras untuk menenangkan massa aksi unjuk rasa.
“Kepolisian tetap bersabar. Bertahan tetap sabar. Untuk adik-adik ku mahasiswa tetap bersabar. Adik-adik mahasiswa tetap bersabar,”himbaunya.
Pasca aksi pembakaran ban dan api di ban sudah padam. Guna menenangkan aksi unjuk rasa.
Wakil Ketua DPRD Sumut H.Salman Alfarisi, Lc, MA dan anggota DPRD Sumut Irham Buana Nasution dan Timbul Sinagà di dampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Cavijn Simanjuntak, SIK, Sekwan DPRD Sumut Ali Sipahutar, S.STP, Kasubbag Humas Protokol dan Publikasi Sekretariat DPRD Sumut M.Sofyan Tanjung mendatangi massa keluarga besar mahasiswa Nommensen. Lalu duduk di tanah di depan pintu masuk atau gerbang DPRD Sumut untuk menerima aspirasi.
Namun massa keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan enggan menyampaikan aspirasinya.
Massa keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan malah bersikukuh keras ingin bertemu dengan Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, SH, MKn. Mahasiswa pengunjuk rasa tetap ngotot agar Erni Ariyanti, SH, MKn segera dihadirkan untuk menerima aspirasi.
“Saya Wakil Ketua DPRD Sumut dan kami kolektif kolegial. Saya sebagai pengganti Ketua DPRD Sumut,”ujar Salman Alfarisi meyakini massa mahasiswa.
Anggota Komisi A, DPRD Sumut Irham Buana juga menjelaskan di DPRD Sumut ada anggota dewan yang tugas piket untuk menerima unjuk rasa
“Sekarang ini kami yang piket untuk menerima aspirasi,”terang Irham.
Namun lagi-lagi massa keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan tak bergeming.
Sekwan DPRD Sumut Ali Sipahutar mengatakan Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, SH, MKn tidak datang karena tidak enak badan.
Di hadapan massa mahasiswa yang unjuk rasa. Ali Sipahutar bahkan menunjukkan surat izin Ketua DPRD Sumut Ermi Ariyanti, SH, MKn di tanggal 15 Juni 2026 yang tidak bisa hadir di DPRD Sumut karena dalam perawatan dokter dan dirawat di rumah.
Kendati demikian, massa keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan tetap enggan menyampaikan aspirasinya.
Selanjutnya, Salman Alfirisi, Irham Buana Nasution, Timbul Sinaga, Ali Sipahutar dan M. Sofyan Tanjung beranjak dari hadapan mahasiswa Nommensen. Lalu berjalan menuju halaman dan gedung DPRD Sumut.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK berupaya keras untuk menghubungi Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, SH, MKn via Hp untuk video call. Namun tidak bisa dihubungi.
Massa keluarga besar mahasiswa Nommensen akhirnya terus berorasi. Tepat pukul 18.30 WIB. Mahasiswa beramai-ramai menggoyang pintu masuk atau gerbang DPRD Sumut. Seketika itu pintu masuk atau gerbang itu pun roboh.
Selanjutnya massa keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan perlahan-lahan dengan pengawalan aparat Kepolisian membubarkan diri.
“Teman-teman mahasiswa. Kami Polisi hadir untuk melayani masyarakat. Saya ingin Kota Medan ini aman,”himbau Jean Calvijn melalui alat pengeras suara kepada massa keluarga besar mahasiswa Nommensen Medan yang saat itu ingin segera mengakhiri unjuk rasanya di DPRD Sumut.
( Fajaruddin Batubara).




