Nusantara

Muslim, S.Pd., M.Pd, Pemimpin Pendidikan yang Membawa Semangat Perubahan di Kabupaten Pasaman

Muslim SPd, MPd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman.


‎Pasaman, desernews.com
‎‎Kehadiran sosok Muslim, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman membawa harapan baru bagi kemajuan dunia pendidikan di daerah tersebut.

‎Dengan pengalaman panjang sebagai tenaga pendidik, kepala sekolah berprestasi, hingga dipercaya memimpin instansi pendidikan tingkat kabupaten, Muslim dikenal sebagai figur yang mengedepankan integritas, pelayanan, dan semangat pembenahan secara menyeluruh.

‎Perjalanan karier Muslim dimulai pada tahun 2005 ketika pertama kali diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat itu ia mengabdikan diri sebagai guru di SMAN 1 Dua Koto di bawah kepemimpinan kepala sekolah Faisal.

Safriadi yang bertugas di bagian kepegawaian dinas pendidikan Pasaman sedang melayani para guru dan kepala sekolah mengurus naik pangkat.

Selama kurang lebih empat setengah tahun bertugas, ia menunjukkan dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan sebelum kemudian dimutasi ke salah satu SMA di Kecamatan Bonjol.

‎Kariernya terus berkembang. Berkat kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang dimiliki, Muslim dipercaya menduduki jabatan kepala sekolah. Selanjutnya ia mendapat amanah memimpin SMKN 1 Lubuk Sikaping, sebuah sekolah kejuruan terbesar di Kabupaten Pasaman.

‎Selama 8,5 tahun memimpin sekolah tersebut, berbagai prestasi berhasil diraih. Bahkan, ia pernah memperoleh predikat sebagai kepala sekolah terbaik tingkat Provinsi Sumatera Barat selama lima tahun berturut-turut.

Basri Efendi dan Efrizal, staf kepegawaian sedang mengerjakan berkas usulan kenaikan pangkat/golongan guru.

Prestasi dan rekam jejak itulah yang kemudian mengantarkannya dipercaya oleh Bupati Pasaman Welly Suhery untuk memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman. Amanah besar tersebut diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan komitmen untuk melakukan pembenahan pada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.

‎Dalam kepemimpinannya, Muslim dikenal memiliki karakter yang rendah hati, loyal terhadap pimpinan, serta bertanggung jawab terhadap seluruh jajaran yang dipimpinnya. Ketika ditanya mengenai sikap sebagian pejabat yang terkesan arogan, ia menjawab dengan penuh kebijaksanaan.

‎”Untuk apa sombong di dunia ini? Semua sifatnya sementara,” ujarnya dengan nada tenang.

‎Pandangan hidup sederhana tersebut menjadi cerminan kepribadiannya dalam menjalankan amanah. Baginya, jabatan bukanlah sarana mencari keuntungan pribadi, melainkan wadah untuk mengabdi kepada masyarakat dan memajukan pendidikan.

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman.

Muslim juga menegaskan pentingnya membangun budaya pelayanan yang baik di lingkungan Dinas Pendidikan. Menurutnya, perubahan pola pikir atau mindset melayani harus menjadi fondasi utama dalam birokrasi pendidikan.

‎Ia mengingatkan seluruh staf agar memberikan pelayanan terbaik kepada guru dan kepala sekolah yang datang mengurus berbagai keperluan administrasi. Bahkan secara tegas ia melarang praktik meminta imbalan dalam bentuk apa pun kepada para guru maupun kepala sekolah.

‎”Kalau mau membantu, bantulah dengan sungguh-sungguh. Tidak semua harus dinilai dengan uang. Membantu orang adalah bagian dari pengabdian,” tegasnya.

Ruang staf kantor dinas pendidikan Pasaman yang sudah dibenahi.

Prinsip tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak kalangan pendidikan menilai kepemimpinannya membawa suasana baru yang lebih bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan.

‎Sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Muslim mulai melakukan pembenahan dari internal instansinya sendiri. Baginya, perubahan harus dimulai dari lingkungan kerja sebelum mengajak orang lain melakukan hal yang sama.

‎”Jangan kita menjual obat kurap, sementara kita sendiri masih memiliki penyakit kurap. Kita mengajak orang hidup bersih, maka lingkungan kita terlebih dahulu harus bersih,” ungkapnya.

‎Di bawah kepemimpinannya, lingkungan kantor Dinas Pendidikan Pasaman mengalami perubahan signifikan. Kebersihan kantor, kerapian lingkungan, hingga fasilitas ibadah menjadi perhatian utama sebagai bentuk keteladanan bagi satuan pendidikan di bawah naungannya.

Gedung ruang pertemuan dinas pendidikan Pasaman yang sudah berubah wajah.

Tidak hanya itu, program revitalisasi dan renovasi sekolah juga terus digencarkan. Berbagai pembangunan ruang kelas dan rehabilitasi gedung sekolah mulai dilaksanakan di sejumlah kecamatan. Salah satunya pembangunan sekolah dasar di wilayah Dua Koto yang menelan anggaran lebih dari satu miliar rupiah.

‎Muslim menargetkan dalam empat tahun ke depan seluruh sekolah di Kabupaten Pasaman dapat tampil lebih baik, lebih bersih, lebih nyaman, dan lebih representatif sebagai pusat pembentukan generasi masa depan.

‎Untuk mendorong  budaya kebersihan dan kedisiplinan, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman juga akan melaksanakan lomba sekolah bersih secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten. Sekolah-sekolah terbaik nantinya akan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen menjaga lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman.

‎Meski berbagai tantangan terus dihadapi, Muslim tetap optimistis. Ia bahkan menyatakan bahwa dirinya tidak untuk mencari kekayaan ataupun popularitas dalam  jabatan tersebut

Musholla di kantor dinas pendidikan kabupaten Pasaman.

‎”Saya tidak mencari kaya dari jabatan ini. Saya ingin mengabdikan diri untuk Pasaman. Target saya dalam dua tahun ke depan harus sudah terlihat banyak perubahan. Jika tidak mampu membawa perubahan, saya siap mengevaluasi diri,” ujarnya.

‎Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen moral yang kuat dari seorang pemimpin yang menjadikan hasil kerja sebagai ukuran keberhasilan, bukan sekadar status jabatan.

‎Dengan pengalaman panjang di dunia pendidikan, prestasi yang telah teruji, serta komitmen tinggi terhadap pelayanan publik, Muslim, S.Pd., M.Pd. dinilai sebagai salah satu figur birokrat pendidikan yang tengah berupaya meletakkan fondasi perubahan bagi kemajuan pendidikan Kabupaten Pasaman.

‎Harapannya, berbagai program pembenahan yang kini dijalankan dapat melahirkan sekolah-sekolah yang unggul, berkarakter, dan mampu mencetak generasi penerus yang berkualitas untuk masa depan Pasaman yang lebih maju.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close