Arisman Meninggal Dunia Akibat Hanyut di Sungai Batang Pasaman Saat Menyeberang untuk Mengkarpet Emas

Pasaman Barat, desernews.com
Arisman (45), ayah dari enam orang anak, warga Kampung Mangkumang Datar, Jorong Pembangunan Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumbar ditemukan tidak bernyawa lagi di kawasan Batang Umpe Pasaman Barat, Sabtu 3 Desember 2026.
Menurut keterangan yang di peroleh awak media mengatakan, pada hari naas itu Arisman pergi bersama anaknya ke Tombang untuk mengkarpet emas. Sebab di kawasan Tombang Nagari Sinuruik, Kacamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat banyak alat berat (exavator) yang beraktivitas sebagai tambang emas ilegal.
Setiap orang yang akan menuju lokasi harus menyeberangi Sungai Batang Pasaman. Saat itu air sungai sedang banjir bandang. Ketika itu, korban akan menyeberang dengan meniti jembatan bambu dan berpegangan dengan seutas tali agar badan bisa seimbang.
Namun karena air sungai sangat deras menerjang korban, korban tak mampu menahannya sehingga korban terjatuh kedalam sungai. Setelah terjatuh korban yang saat itu menyandang karpet yang ada dipundaknya sebagai alat untuk mengambil emas lalu tenggelam dan dibawa arus kehilir.
Sementara anak korban yang saat itu ikut dan mengetahui kejadian tidak bisa berbuat untuk membantu ayahnya. Masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengadakan pencarian,namun korban tidak lagi ditemukan.
Berkat kegigihan warga untuk mencarinya, korban setelah terjatuh dan hilang selama 3 hari 2 malam dan akhirnya ditemukan di sungai Batang Pasaman di kawasan Batang Umpe Pasaman Barat.
Korban ditemukan telah meninggal dunia dalam posisi terlungkup dan badan korban ditimbuni oleh sampah sampah hanya kepala yang terlihat. Setelah korban ditemukan lalu di evakuasi ke Rumah Sakit Umum Jambak di Simpang Empat guna keperluan autopsi. Setelah dilakukan autopsi korban langsung dimandikan dan disholat jenazahkan di rumah sakit.
Usai disholat jenazahkan korban lalu dibawa pulang kerumah duka di Kampung Mangkumang Datar dengan menggunakan mobil ambulance. Setelah sampai dirumah duka, malam hari itu juga korban langsung dikebumikan mengingat kondisi badan korban sudah dalam keadaan darurat.(hegh/DN)




