5 Hari Berjibaku Sukseskan MTQ ke 58 di Galang, Formasga Pilih Kolam Renang Bagerpang Tempat Refreshing

Galang, desernews.com
Sebanyak 75 orang anggota Formasga (Forum Remaja Masjid se Kecamatan Galang) melakukan refreshing ke kolam renang mata air umbul yang berlokasi di Perkebunan PT Lonsum Bagerpang, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (13/05/2025)
Setelah 5 hari (30 April s/d 4 Mei 2025) bertindak sebagai panitia lokal MTQ ke 58 tingkat Kabupaten Deli Serdang di lapangan sepak bola Galinda Kelurahan Galang Kota, Kecamatan Galang, remaja Masjid binaan Camat Galang, Drs Syahdin Setia Budi Pane ini memutuskan untuk liburan ke lokasi objek wisata alam kolam renang Bagerpang.
Camat Galang, Drs Syahdin Setia Budi Pane memiliki perhatian yang cukup besar terhadap Formasga karena dilihatnya memiliki potensi untuk mengantisipasi dan meminimalisir maraknya kejahatan yang dilakukan para kaum remaja akhir akhir ini. Seperti begal, geng motor dan narkoba.
Formasga yang anggotanya terdiri dari pemuda dan remaja masjid selalu dilibatkan Syahdin dalam acara acara dan kegiatan Pemerintahan Kecamatan Galang.

Karena itu, pada MTQ ke 58 Tingkat Kabupaten Deli Serdang yang dimana Kecamatan Galang sebagai tuan rumah, Formasga dilibatkan Camat Galang sebagai salah satu elemen panitia lokal.
Untuk melepas rasa lelahnya, usai kegiatan MTQ anak anak Formasga pun langsung mencari tempat yang tepat untuk liburan. Pilihan jatuh pada kolam renang Bagerpang, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang.
Mereka melepaskan rasa lelah dan letihnya di kolam renang milik perkebunan PT London Sumatera (Lonsum) tersebut.
Dengan mengendarai sepeda motor rame rame dan sebagian lagi menyewa angkot, Haikal bersama anggota Formasga menelusuri jalan desa yang dihiasi pohon karet dan sawit di sepanjang jalan perkebunan swasta itu. Alamnya yang asri dengan kicauan burung saling sahut sahutan menambah khasanah perjalanan liburan mereka.
Di kolam renang itu, selain mandi mandi, mereka memanggang ayam yang telah mereka persiapkan dari Galang.
Ketua Formasga Kecamatan Galang, Muhammad Haikal kepada desernews.com mengatakan, mereka menjatuhkan pilihan kolam renang bagerpang sebagai destinasi wisata alam karena jaraknya selain tidak jauh dari Kecamatan Galang, airnya juga sangat jernih berasal dari mata air umbul
“Jarak dari Galang ke kolam renang Bagerpang sekitar 20 kilometer atau 20 menit ditempuh dengan kenderaan dari Galang, dan 1 jam lebih dari Kota Medan”, tutur Haikal.
Selain itu kata Haikal, lingkungan alam kolam renang Bagerpang masih asri dan sejuk, jauh dari polusi.
“Pokoknya panorama alamnya cocok untuk keluarga yang ingin liburan dan refreshing. Sedangkan sirkulasi airnya terus berganti “, lanjut Haikal.

Sejarah Kolam Renang Bagerpang
Sejarah Kolam Renang Bagerpang
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1906 saat Harrisons & Crosfield asal London mengelola kebun pertamanya di Indonesia, tepatnya di Medan.
Awalnya perusahaan ini hanya menanam karet, teh, dan kakao. Pada tahun 1980-an, perusahaan ini mulai menanam kelapa sawit. Pada tahun 1995, perusahaan ini mulai mengelola kebun kelapa sawit dan karet di Sumatera Selatan.
Harrisons & Crosfield menguasai perusahaan hingga November 1994. Pada tahun itu, mayoritas saham diakuisisi oleh PT Pan London Sumatera Plantation dan Happy Cheer Limited (British Virgin Islands), dua perusahaan milik trio konglomerat top era Orde Baru – Ibrahim Risjad, Henry Pribadi dan Henry Liem dengan harga US$ 273 juta. Saat itu Lonsum memiliki sekitar 46.000 ha kebun karet dan sawit, ditambah 19 pabrik pengolahan.
Ketiganya lalu membawa Lonsum go public di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya di tahun 1996. Setelah mengalami masalah keuangan pada akhir 1990-an,[6] kondisinya mulai membaik pada awal 2000-an dengan pada 2003 mencatatkan penjualan bersih Rp 1,257 triliun. Tahun 2004, keluarga Pribadi menjual 47% sahamnya kepada raja gula Malaysia, Robert Kuok.
Kepemilikan penguasa grup Wilmar itu tidak bertahan lama, karena kemudian muncul nama Eddy Kusnadi Sariaatmadja dalam wadah First Durango Singapore Pte. Ltd. Sariaatmadja menguasainya bersama dengan perusahaan investasi Ashmore Assets Management.
Pada 5 November 2007, melalui Salim Ivomas Pratama, Indofood Agri Resources resmi mengakuisisi perusahaan ini. Total akuisisi itu memakan biaya Rp 9,1 triliun, dengan Salim mengakuisisi seluruh saham Ashmore dan First Durango sehingga menguasai 64% saham.
Transaksi ini dilakukan dengan skema tukar guling, dimana keluarga Sariaatmadja kemudian mengakuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk, pemilik stasiun televisi Indosiar pada awal 2011 Hingga tahun 2020, perusahaan ini mengoperasikan 12 pabrik kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan, dengan total kapasitas pengolahan mencapai 2,6 juta ton Tandan Buah Segar (TBS) per tahun. Perusahaan ini juga mengoperasikan empat lini produksi karet remah, tiga lini produksi karet lembaran, satu pabrik kakao, dan satu pabrik teh. Perusahaan ini pun memiliki sebuah pusat riset dan pengembangan yang diberi nama “Sumatra Bioscience” (SumBio) di Bah Lias, Bandar, Simalungun. (Nur)




