Pemko Tebingtinggi Terlantarkan Gedung Haji Selama Puluhan Tahun

Tebingtinggi, desernews.com
Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, telah menelantarkan keberadaan Gedung Haji berbiaya ratusan juta di Kota Lemang tersebut, hingga dua dekade kepemimpinan walikota setempat.
Sampai saat ini sudah empat walikota yang memimpin Kota Tebingtinggi, yaitu Ir. H. Hafiz Hasibuan, Alm. Umar Zunaidi Hasibuan, Muhammad Dimiyathi (Pj) dan Drs. Syarmadani (Pj), namun sampai saat belum ada tanda-tanda arah untuk di renovasi.
Akibat tak adanya perbaikan secara signifikan, gedung haji tersebut sudah berubah fungsi untuk tempat berlatih atau berolahraga atlet tenis meja. Belasan meja tenis terhampar disana.
Pantauan wartawan desernews.com kesana, kondisi gedung haji sangat memprihatinkan dan terkesan kumuh. Kalaupun mau difungsikan lagi, membutuhkan biaya besar.

Menurut seorang warga yang mengaku difungsikan menjaga gedung tersebut, mengatakan kalau sudah lama gedung haji tidak pernah mendapat pemeliharaan.
“Gedung ini, sekarang dipakai untuk berlatih bermain tenis meja dan saya dengar gedungnya mau diminta oleh Induk Organisasi Tenis Meja PTMSI Kota Tebingtinggi,” kata petugas tadi enggan menyebutkan namanya.
Pengamatan wartawan desernews.com, kondisi gedung bagian luar tampak kumuh, catnya sudah hilang, bagian lobi depan tumbuh semak rumput liar, bahkan diatas teras muncul tumbuhan liar.
Ada sebuah bangunan didepan gedung haji, juga kondisinya bagai rumah hantu, dengan ditumbuhi rumput liar setinggi 1,5 meter disekelilingnya.
“Terkesan tidak pernah dirawat atau dipangkas rumputnya,” ucap seorang warga sekitar.
Sementara, dibagian dalam gedung keadaannya lebih parah dan sangat menyedihkan.
Atap plafon dikhawatirkan suatu saat runtuh dan saat ini asbesnya diganjal potongan bambu, catnya kusam, kaca jendela hilang dan tinggal jerejak besi yang ada, supaya tidak kelihatan dari luar, ditutup dengan kain jendela apa adanya.
Demikian juga bagian dibawah lantai tempat penyimpanan barang, kondisinya berantakan. WC juga sudah parah, tak layak pakai.
“Memang menyedihkan kalau melihat kondisinya saat ini, sayang memang,” ungkap petugas jaga.

IPHI Kota Tebingtinggi Geram
Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Tebingtinggi H. Saman M, pada saat acara penyambutan jemaah haji Tahun 2023, dalam sambutannya menyinggung tentang keberadaan Gedung Haji di Kota Tebingtinggi.
Dengan nada geram Ketua IPHI mengatakan, Kota Tebing Tinggi punya gedung Haji tapi saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Sewaktu waktu bisa ambruk plafon asbesnya.
“Seharusnya penyambutan dan tepung tawar jemaah haji ini dilaksanakan di Gedung Haji, namun karena kondisinya kumuh dan takut ambruk plafon asbesnya, akhirnya acara dibuat di Masjid Nurul Huda Bagelen ini,” ucap H. Saman dengan nada prihatin.
Pernyataan tegas tersebut, disampaikan Ketua IPHI karena rasa prihatin mendalam atas kondisi Gedung Haji Kota Tebing Tinggi yang sudah puluhan tahun tak mendapat perhatian dari Pemko Tebing Tinggi untuk perawatannya.
” Pada kesempatan baik ini, saya sampaikan kepada Kabag Kesra Pemko Tebing Tinggi H. Aidil, SE yang hadir mewakili walikota untuk disampaikan pada walikota agar Pemko bisa menyisihkan dana untuk perbaikan Gedung Haji, sehingga kondisinya bisa lebih baik dan bermanfaat,” ungkap H. Saman dalam sambutannya pada acara tepung tawar dan penerimaan jamaah haji Tahun 2023 sekaligus peringatan 1 Muharam 1445 H di Masjid Nurul Huda Bagelen, Rabu.
“Juga saya ucapkan terimakasih kepada Ir. H. Adi Surya Zein yang telah bersedia menyediakan tempat untuk para Tamu Allah Jamaah Haji Tahun 2023 di Masjid Nurul Huda, sehingga penerimaan jamaah sebagai keluarga IPHI bisa berlangsung dengan baik,” ucap H. Saman M kepada Ir. H. Adi Surya Zein pewakaf Masjid Nurul Huda.
Sementara itu, Kabag Kesra Pemko Tebing Tinggi H. Aidil, SE dalam kata sambutan mewakili Walikota mengatakan, akan menyampaikan kepada Bapak Walikota seputar kondisi gedung haji saat ini.
“Saya akan sampaikan kepada Bapak Walikota tentang kondisi gedung haji sebagaimana diutarakan Ketua IPHI Bapak H. Saman M, semoga Pemko bisa membantu perawatannya,” kata Aidil.
Pj. Walikota Tebingtinggi Drs. Syarmadani, Msi, ketika hendak di hubungi sedang tidak berada ditempat. Saat dihubungi via wa, tidak dibalas dan sepertinya pesan wa belum dibaca karena tidak ada tanda centang biru.
(Sty)




