Berita PilihanNasional

Akibat Ulah 3 Oknum TNI Aniaya Imam Masykur Hingga Tewas, Panglima Yudo Sampaikan Permintaan Maaf

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.

Jakarta, desernews.com
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meminta maaf atas ulah 3 oknum TNI menganiaya Imam Masykur hingga tewas.

Yudo memastikan, pelaku bakal diganjar sanksi berat. Hal ini disampaikan Yudo seusai rapat bersama Komisi I DPR, di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9).

Yudo mengatakan, dalam rapat tertutup itu, dia menyampaikan closing statement dengan memohon maaf atas tewasnya Imam Masykur.

Kemudian, dalam penutupan saya ucapkan terima kasih kepada komisi I, memberikan dukungan kepada TNI, dan juga permohonan maaf saya atas nama prajurit TNI, terhadap kejadian penganiayaan yang mengakibatkan almarhum Imam Maskyur terbunuh oleh TNI.

“Saya selaku pimpinan mohon maaf, kepada seluruh rakyat Indonesia, saya sampaikan melalui komisi I,” kata Yudo.

Yudo mengakui, prajurit yang bersangkutan melakukan kesalahan dan memastikan pelaku bakal disanksi pidana berat.

“Saya akui memang, prajurit salah dan harus dihukum berat karena memang yang dilakukan adalah pelanggaran pidana berat,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pomdam Jaya menetapkan anggota Paspampres, Praka RM, serta dua anggota TNI lainnya, Praka HS dan Praka J, sebagai tersangka di kasus tewasnya Imam Masykur.

Kasus ini berawal, saat korban Imam Masykur dibawa dari sebuah toko di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel) pada Sabtu (12/8).

Ketiga pelaku, yang merupakan oknum TNI berpura-pura sebagai polisi saat membawa Imam Masykur, diduga menjual obat terlarang.

“Pelaku berpura-pura sebagai aparat kepolisian, yang melakukan penangkapan terhadap korban karena korban diduga pedagang obat-obat ilegal (Tramadol dll),” kata Komandan Pomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar saat dihubungi, Senin (28/8).

Ketiga oknum TNI itu, lalu memeras Imam Masykur agar tidak diproses hukum, atas dugaan menjual obat terlarang.

Dalam proses meminta uang itu, para pelaku menganiaya korban hingga tewas. (H. Suhartoyo/dtc)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close