Rohingya Ditolak Warga, 5 Kali Turing Banda Aceh – Aceh Besar dikawal Truck Petugas

Banda Aceh, desernews.com
137 Etnis Rohingya yang kembali mendarat di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar pada Minggu (10/12) terus mendapat penolakan hingga 5 kali pindah.
Awalnya para etnis Rohingya yang mendarat Minggu pagi ini dihantarkan oleh warga menggunakan Truck tanah ke halaman kantor Gubenur Aceh dan diterima PJ Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto dan direncanakan akan dibawa ke Scout Camp Saree.
Menurut PJ Bupati Aceh Besar, pihaknya akan membawa etnis rohingya sementara di lokasi scout camp pramuka di Saree, Aceh Besar.
“Ya akan kita bawa ke saree, di scout camp, supaya bisa mereka istirahat sementara, baru nanti kita pikirkan kedepannya seperti apa,” ujarnya.
Namun, setiba di Scout Camp Saree, para etnis rohingya ditolak oleh warga dan memaksa harus kembali ke halaman Kantor Gubenur Aceh, hingga pagi.

Tak cukup sampai disitu, Etnis Rohingya kembali di gusur ke Taman Ratusafiatuddin, Kota Banda Aceh oleh para petugas.
Setelah menempati Taman Ratusafiatuddin beberapa jam, satgas gabungan berkordinasi dengan semua pihak, lantas ditemukan alternatif untuk sementara pada gedung UPTD Dinsos Aceh, di Ladong, Aceh Besar.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Ketentramana dan Ketertiban Umum, Satpol PP WH Aceh, Azmanto yang mengatakan bahwa untuk sementara Rohingya ini akan menempati gedung UPTD Dinsos Aceh, sembari menunggu kebijakan lebih lanjut.
“Kita akan membawa rohingya ke Ladong, untuk sementara dan hanya seminggu, tadi pihak unhcr ada juga sudah sampaikkan, jadi hanya seminggu. Saya mewakili satpol pp dan pemerintah aceh, hanya mengantarkan saja ke ladong, disitu milik pemerintah, kita sudah kordinasikan ke pihak ladong dan mereka sudah menerima” pungkasnya.
Namun tak semudah yang dikira, setiba di Gedung UPTD Dinsos Aceh, Ladong Aceh Besar, warga telah menunggu dan kembali menolak iring-iringan truck pembawa etnis Rohingya.
Pada akhirnya, kembali dibawa ke Kota Banda Aceh, dan hingga kini Etnis rohingya masih bertahan sementara di Gedung Balai Meuseuraya Aceh, sambil menunggu kordinasi tindak lanjut dari UNHCR dan para mitra.(TJ/DN)




