Medan

Telan Korban Jiwa, Polda Sumut Selidiki Kerangkeng Manusia di Rumah Eks Bupati Langkat

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.

Medan, desernews.com
Polda Sumatera Utara (Sumut) melalui Direktorat Kriminal Umum akan menyelidiki terkait kasus kematian penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin.

Langkah ini diambil setelah Polda Sumut dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan sejumlah kejanggalan di praktek rehabilitasi narkoba ilegal tersebut.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan terkait meninggalnya sejumlah penghuni kerangkeng tersebut. Selain itu, pihaknya menduga terjadi tindak kekerasan di lokasi tersebut.

“Kami sudah temukan orang yang mendapat kekerasan termasuk pemakaman korban meninggal. Kami terus dalami termasuk siapa yang bertanggungjawab atas peristiwa ini,” kata Kapolda Sumut.

Panca juga mengatakan pihaknya menemukan dugaan penghuni kerangkeng tersebut tidak hanya para pecandu narkoba. Sejumlah orang yang dinilai nakan juga dimasukkan ke dalam penjara tersebut.

“Ada jeda dari penyelidikan kami bahwa bukan saja pengguna narkoba tapi juga orang nakal. Ada satu saya sebut saja, itu kepala lapasnya, istilah mereka di sana, dia masuk bukan karena narkoba tapi karena nakal,” ucapnya.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan ada korban yang tewas dalam praktik rehabilitasi ilegal di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin. Temuan sementara Komnas HAM, korban tewas saat ini lebih dari satu orang.

Temuan tersebut disampaikan Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, saat menggelar konfrensi pers di Mapolda Sumatera Utara, Sabtu (29/1/2022). Hadir dalam konfrensi pers itu, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Panjaitan dan jajarannya.

Choirul Anam menyebutkan, dari penyelidikan yang mereka lakukan, diketahui bahwa ada satu orang yang dipastikan meninggal dunia setelah berada di kerangkeng tersebut. Di sisi lain, Polda Sumatera Utara juga menemukan kasus kematian lainnya.

“Jadi kita menemukan, Polda juga menemukan. Saat kita sinkronkan ternyata identitasnya berbeda. Jadi kesimpulannya lebih dari satu orang. Jumlah tepatnya berapa, identitasnya siapa kami dalami dulu dan nanti disampaikan agar tidak simpang siur,” kata Choirul Anam.(in/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close