Aceh Darussalam

Ketua BMPS Aceh Apresiasi Presiden Prabowo dan Kemendikdasmen, Revitalisasi Pendidikan Jadi Bukti Keseriusan Membangun SDM Indonesia

Dr. Iskandar Muda Hasibuan menyampaikan apresiasi terhadap Presiden Prabowo dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI atas berupaya meningkatkan mutu pendidikan di Republik Indonesia (T. Jamaluddin)

Banda Aceh, desernews.com
Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Aceh, Dr. Tgk. H. Iskandar Muda Hasibuan, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, beserta seluruh jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Hal itu disampaikan kepada wartawan disela kunjungan kerja ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal Merduati, Banda Aceh, Selasa (20/10/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum untuk menyampaikan penghargaan atas komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, memperbaiki sarana dan prasarana satuan pendidikan, meningkatkan kompetensi guru, serta memperkuat fondasi pembelajaran sejak usia dini.

Dr. Tgk. H. Iskandar Muda Hasibuan menilai perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa. Pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini dan dilanjutkan secara berkesinambungan hingga jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Ia menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto patut diapresiasi, terutama kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak Indonesia.

Revitalisasi Sekolah, Langkah Nyata Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjadi bagian dari prioritas pemerintah. Berdasarkan publikasi Kemendikdasmen yang dirujuk dalam laporan capaian pemerintah pada 2026, program revitalisasi sepanjang 2025 telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, dengan dukungan anggaran lebih dari Rp16,9 triliun.

Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan dan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak.

Pemerintah kemudian memperluas target revitalisasi pada 2026 menjadi 71.744 satuan pendidikan. Target tersebut mencerminkan besarnya perhatian terhadap kebutuhan perbaikan sarana pendidikan di berbagai daerah. Perluasan target ini patut diapresiasi dan perlu diikuti pengawasan serta evaluasi agar pelaksanaannya tepat sasaran, memenuhi standar kualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Bagi BMPS Provinsi Aceh, revitalisasi satuan pendidikan merupakan kebijakan strategis yang diharapkan turut memperhatikan kebutuhan sekolah swasta sesuai ketentuan program. Pemerataan fasilitas pendidikan sangat penting agar setiap anak memperoleh lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik, karakter, dan kreativitas.

Aceh Mendapat Perhatian dalam Program Revitalisasi

Dalam konteks pembangunan pendidikan daerah, publikasi Kemendikdasmen pada Oktober 2026 mencatat cakupan program revitalisasi di Aceh sebanyak 2.891 satuan pendidikan, dengan alokasi anggaran sekitar Rp2,5 triliun. Cakupan program tersebut menjadi perhatian penting bagi dunia pendidikan di Aceh, mengingat kelayakan sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor pendukung terselenggaranya layanan pendidikan yang berkualitas.

Iskandar Muda Hasibuan berharap pelaksanaan program tersebut terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh satuan pendidikan, guru, peserta didik, dan masyarakat.
Ia juga berharap pemerintah terus memperkuat sinergi dengan penyelenggara pendidikan swasta, termasuk lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan organisasi masyarakat, agar kebutuhan pendidikan di daerah dapat ditangani secara proporsional.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau jumlah satuan pendidikan yang masuk dalam program, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan, transparansi pelaksanaan, ketepatan sasaran, serta dampaknya terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan.

Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fondasi Masa Depan

Kunjungan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal Merduati, Banda Aceh, memiliki relevansi penting dalam upaya memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD).
Pendidikan pada usia dini merupakan fondasi bagi perkembangan bahasa, kemampuan sosial, kemandirian, karakter, dan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar.

Karena itu, peningkatan mutu PAUD harus menjadi bagian integral dari pembangunan pendidikan nasional. Selain tersedianya fasilitas yang layak, keberhasilan pendidikan anak usia dini juga membutuhkan guru yang kompeten, metode pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, lingkungan yang aman, serta keterlibatan aktif orang tua.

Dalam konteks tersebut, perhatian pemerintah terhadap penguatan layanan pendidikan sejak usia dini patut memperoleh dukungan seluruh pemangku kepentingan.

BMPS Provinsi Aceh berharap kebijakan peningkatan mutu pendidikan dapat terus menjangkau satuan PAUD negeri maupun swasta, termasuk TK Aisyiyah Bustanul Athfal Merduati, Banda Aceh, serta lembaga pendidikan lainnya yang berkontribusi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.

Digitalisasi Pembelajaran dan Pengakuan Internasional

Selain perbaikan infrastruktur, transformasi pendidikan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kemendikdasmen mengembangkan Rumah Pendidikan sebagai platform digital terintegrasi untuk memperluas akses terhadap sumber belajar bagi guru, peserta didik, dan masyarakat.

Dalam publikasi resmi pada Juli 2026, Kemendikdasmen melaporkan bahwa Rumah Pendidikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna dan menyediakan 4.843 sumber belajar gratis.

Inisiatif digital tersebut juga memperoleh pengakuan internasional melalui penghargaan Winner dalam ajang World Summit on the Information Society Prizes 2026 untuk kategori e-Government.

Capaian tersebut menjadi salah satu contoh upaya Indonesia dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung layanan pendidikan.
Namun, digitalisasi harus disertai pemerataan akses internet, ketersediaan perangkat, peningkatan kompetensi pendidik, serta penyediaan materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Bagi satuan PAUD, pemanfaatan teknologi perlu dilakukan secara bijaksana dengan tetap mengutamakan interaksi langsung, kegiatan bermain, pengalaman konkret, dan perkembangan anak sesuai usianya.

Peningkatan Kualifikasi Guru Menjadi Prioritas

Perhatian pemerintah terhadap kualitas pendidikan juga diwujudkan melalui program peningkatan kualifikasi akademik guru.

Berdasarkan informasi Kemendikdasmen yang dirujuk dalam publikasi 2026, pemerintah memberikan beasiswa kepada 12.500 guru pada 2025 yang belum berkualifikasi D4 atau S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program tersebut memberikan bantuan sebesar Rp3 juta per orang per semester.
Pada 2026, pemerintah mengalokasikan program beasiswa bagi 150.000 guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik D4 atau S1, dengan besaran bantuan yang sama.

Program ini patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme pendidik. Guru merupakan unsur penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, membangun karakter, dan mendukung perkembangan potensi setiap peserta didik.

BMPS Provinsi Aceh berharap program peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru terus dikembangkan secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kebutuhan pendidik di sekolah negeri maupun swasta serta satuan PAUD.

Partisipasi Pendidikan dan Hasil Belajar Menjadi Perhatian Bersama

Data pendidikan nasional yang dipublikasikan Kemendikdasmen juga menunjukkan perkembangan pada sejumlah indikator partisipasi pendidikan.
Angka Partisipasi Sekolah (APS) penduduk usia 7–18 tahun meningkat dari 92,37 persen pada 2024 menjadi 93,13 persen pada 2025, atau naik 0,76 poin persentase.

Sementara itu, capaian transisi dari PAUD ke sekolah dasar meningkat dari 63,81 persen pada 2024 menjadi 66,15 persen pada 2025, atau naik 2,34 poin persentase.

Kedua indikator tersebut menggambarkan perkembangan partisipasi dan kesinambungan layanan pendidikan. Namun, peningkatan tersebut tetap perlu diikuti upaya pemerataan akses, peningkatan kualitas pembelajaran, dan penguatan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI sederajat dan SMP/MTs sederajat, tingkat partisipasi pada jadwal utama tercatat 98,12 persen. Sebanyak 8.708.891 murid mengikuti asesmen dari total 8.875.362 murid yang terdaftar.
Nilai rata-rata nasional TKA Bahasa Indonesia pada jenjang SD/MI sederajat tercatat 60,14, sedangkan Matematika 43,41. Pada jenjang SMP/MTs sederajat, rata-rata Bahasa Indonesia mencapai 60,83 dan Matematika 40,34.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya penguatan literasi, numerasi, penalaran, dan pemecahan masalah dalam pembelajaran. Tingginya partisipasi asesmen perlu diikuti pemanfaatan hasil evaluasi untuk memperbaiki proses pembelajaran secara berkelanjutan.

Bagi BMPS Provinsi Aceh, berbagai data tersebut merupakan pengingat bahwa kemajuan pendidikan memerlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.

Terima Kasih kepada Presiden Prabowo dan Jajaran Kemendikdasmen

Atas berbagai upaya dan capaian tersebut, Dr. Tgk. H. Iskandar Muda Hasibuan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian terhadap pembangunan pendidikan nasional.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti beserta seluruh jajaran Kemendikdasmen, para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh insan pendidikan yang terus bekerja untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Indonesia.

Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan dapat terus diperkuat, dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan swasta, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.

Sekolah swasta, termasuk lembaga pendidikan yang dikelola organisasi kemasyarakatan, merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional. Karena itu, kolaborasi yang konstruktif perlu terus dibangun agar seluruh satuan pendidikan dapat berkontribusi secara optimal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Doa untuk Presiden dan Kemajuan Pendidikan Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Iskandar Muda Hasibuan juga menyampaikan doa agar Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta seluruh jajaran Kemendikdasmen senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah.

Ia berharap setiap program dan kebijakan pendidikan yang dilaksanakan pemerintah membawa manfaat luas bagi masyarakat, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta membuka kesempatan yang semakin besar bagi seluruh anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu.

Semoga seluruh ikhtiar dalam memajukan pendidikan menjadi amal pengabdian yang bernilai ibadah dan mendapat rida Allah SWT.

Ia juga berharap para guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan penyelenggara pendidikan senantiasa diberikan keikhlasan, kesabaran, dan semangat untuk terus mendidik generasi penerus bangsa.

Kunjungan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal Merduati, Banda Aceh, pada 20 Oktober 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan sejak usia dini, sekaligus menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah pemerintah dalam membangun pendidikan nasional.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, beserta seluruh jajaran Kemendikdasmen atas perhatian, kerja keras, dan pengabdian dalam memajukan pendidikan Indonesia. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan kepada seluruh insan pendidikan dalam menjalankan amanah mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Dengan kerja sama yang semakin kuat antara pemerintah, sekolah negeri, sekolah swasta, guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan pendidikan Indonesia terus berkembang menjadi lebih bermutu, merata, inklusif, dan berkeadilan demi melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.(T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close