DaerahPendidikan

Ponpes NU Al Qomariyah dan Al Washliyah Petumbukan Safari Dakwah ke Pagar Manik

Al Ustadz Ahmadi MP.d saat memberikan ceramah kepada masyarakat Desa Pagar Manik, Kecamatan Silindak, Serdang Bedagai, Minggu (06/03/2022).

Galang, desernews.com
Sekitar 30 santri Pondok Pesantren NU Al Qomariyah bersama Tim Edukasi Perguruan Al Washliyah Petumbukan, Kecamatan Galang melakukan safari dakwah sekaligus melakukan peringatan Isra’ Mi’raj di Desa Pagar Manik, Kecamatan Silindak, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu, (06/03/2022).

Safari dakwah kedua lembaga pendidikan itu tidak hanya menimbulkan rasa senang dan bahagia para santri. Tetapi juga mendapat respon yang positif dari penduduk setempat.

Hal itu terlihat dari jamuan makan yang dipersembahkan masyarakat Desa Pagar Manik kepada rombongan Ponpes NU Al Qomariyah dan Perguruan Al Washliyah Petumbukan.

Tim hadroh Pondok Pesantren NU Al Qomariyah saat tampil pada acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Desa Pagar Manik.

Anak anak santri yang terdiri dari tim hadroh, qori dan pidato tiga bahasa pimpinan Mualim Iswandi Al Hafiz tampak senyum dan penuh bahagia. Kebetulan Desa Pagar Manik dikenal sebagai lokasi wisata lokal berhawa sejuk yang memiliki panorama indah dan air sungai yang jernih.

Mulai makanan beras baru yang wangi, ikan sungai sampai buiah durian disajikan warga kepada para santri dan para mualim.

Pimpinan Pondok Pesantren NU Al Qomariyah, Kotangan, Kecamatan Galang, Mu’alim Ihsanul Arifin Lubis MA kepada desernews.com mengatakan, safari dakwah merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan melatih para santri menjadi da’i. Selain itu juga memperkenalkan alam kepada anak-anak santri untuk dijaga dan dilestarikan.

“Safari dakwah ini bertujuan mendidik anak-anak agar kelak setelah tamat nanti mereka sudah bisa berceramah. Karena telah diberikan bekal ilmu muhadharoh”, tutur Mualim Arifin.

Sementara pimpinan Perguruan Al Washliyah Petumbukan, Al Ustadz Ahmadi M.Pd sebelumnya dalam ceramahnya pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1443 H mengajak masyarakat Desa Pagar Manik untuk memuliakan putra putrinya.

Karena kalau hari ini kita memuliakan anak anak itu maka nanti 10 atau 15 tahunkemudian anak anak tersebut akan memuliakan orang tuanya.

“Akrimu auladakum yang artinya muliakan anak anak mu. Karena itu, sebagai orang tua marilah kita muliakan anak anak kita dengan mengajari dan memberi mereka ilmu agama. Insya Allah kelak 10 atau 15 tahun yang akan datang mereka akan memuliakan kita sebagai orang tuanya”, ucap Ustadz Ahmadi.

Menurut pimpinan Perguruan Al Washliyah Petumbukan itu, saat ini tidak jarang terdengar melalui media sosial atau media TV. Ada anak yang memukul org tuanya, ada anak yang mengadukan ke polisi orgtuanya. Padahal cuman gara gara harta.

Bahkan sambung Ustadz Ahmadi, tidak jarang kita mendengar ada anak yang tega membunuh orgtuanya.

“Semua itu tentu bukanlah
tindakan dari seorang anak yang Mulia . Agar hal itu tidak terjadi pada anak kita dari sejak dini muliakanlah anak kita dengan cara mengisi anak itu dengan 2 hal, yakni yang pertama isi anak dengan Iman. Dan yang kedua isi anak dengan ilmu”, jelas Ustadz Ahmadi.

Kalau dua hal ini ada pada anak anak kita, anak siapapun dia pasti kelak dia akan menjadi anak yang mulia dan memuliakan orang tuanya, sesuai janji Allah dalam Al-Qur’an Surat Almujadalah. Ayat 11. “Allah mengangkat derajat orang2 yg beriman dan berilmu diantara kamu”, tutup Ustadz Ahmadi.

Turut hadir pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, Kepala Desa Pagar Manik, Sari Hansen serta tokoh masyarakat dan pemuka agama.(01/DN).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close