Daerah

Pengusaha Kolam Sidebu-debuk Datangi Lokasi Pungli, Geram Usaha Pemandian Air Panasnya Sepi

Para pengusaha pemandian air panas Sidebuk-debuk mengarahkan kepada wisatawan agar tetap melintas tanpa adanya pengutipan. Hal ini dilakukan karena protes para pengusaha akibat adanya Pungli yang membuat kunjungan wisatawan menurun.

Tanah Karo, desernews.com
Kesal karena wisatawan menurun akibat pungli, beberapa orang pengusaha pemandian air panas protes.

Kekesalan mereka diluapkan dengan mendatangi langsung lokasi yang diduga acap kali menjadi titik pengutipan ilegal tersebut.

Dari video yang didapat, tampak pengusaha pemandian mengarahkan kendaraan yang melintas agar langsung lewat tanpa ada pengutipan.

Para pengusaha tersebut, juga terlihat sembari merekam aktivitas di sana menggunakan telepon seluler mereka.

“Terus pak terus, pembersihan Pungli, terus pak. Supaya enggak ada lagi pungli. Kami sebagai pihak pengusaha merasa keberatan,” ucap salah satu pengusaha kolam air panas.

Pada video tersebut, terihat wanita yang menggunakan baju berwarna merah mengungkapkan jika pengutipan tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan, dirinya menegaskan jika pengutipan ini dilakukan demi kepentingan pribadi.

“Pengutipan ini demi kepentingan pribadi,” ucapnya.

Di dalam rekaman video tersebut, tampak personel Polres Tanah Karo juga berada di lokasi untuk mengamankan suasana.

Personel yang mengenakan rompi berwarna hijau tersebut, mengajak masyarakat ke lokasi yang diduga tempat Pungli.

Dari percakapan di video, diketahui oknum pelaku pungli sempat melakukan blokade jalan menuju ke lokasi pemandian air panas yang ada di Desa Semangat Gunung tersebut

Diduga, blokade tersebut dilakukan untuk menghalau wisatawan yang menolak dikutip uang pungli.

“Ditutup tadi jalannya pakai bambu, ada tiga orang. Kami bilang apa hak nya nutup jalan. Terus pergi dia,” ucap pengelola lainnya.

Di ujung video tersebut, para pengelola pemandian air panas meminta kepada penegak hukum agar serius dalam memberantas pungli ini.

Pasalnya, jika kegiatan ini terus terjadi akan berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan yang membuat penghasilan para pengusaha pemandian air panas menjadi berkurang.(tm/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close