Daerah

Mandi – Mandi di Air Panas Pegunungan, Bocah dari Stabat Tewas Tenggelam

Personil Polsek Simpang Empat ketika mengecek TKP dan meminta keterangan pengelola Pariban (Foto/Ist)

Tanah Karo, desernews.com

Sungguh tidak diduga sama sekali oleh Julian Jelmi (38) warga Setabat Kabupaten Langkat Sumut. Ia kehilangan putranya bernama Abdullah berusia 4tahun ketika berwisata dan mandi-mandi di air panas pegunungan Pariban desa Semangat Gunung Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo.

Kejadian menimpa korban warga Setabat ini terjadi pada hari Selasa (18/5) sekira pukul 19:30 WIB sehingga keluarga korban terpukul dan begitu juga pengunjung menjadi sontak seketika.

Menurut informasi yang diperoleh dari Kapolsek Simpang Empat AKP Ridwan Harahap kepada wartawan melalui pesah WhasApp nya,Rabu (19/5) sekira pukul 17:15 wib,membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dikatakannya,korban bernama Abdullah warga Stabat Kabupaten Langkat tenggelam di pemandian air panas Pariban Desa Semangat Gunung saat mandi-mandi bersama bapaknya, Julian Jelmi (38) warga Stabat sehingga meninggal dunia.

Pada saat itu,korban diketahui bapaknya tenggelam dan langsung diangkatnya keluar kolam pemandian dan dibawanya ke Pos penjualan tiket sembari memberitahukannya kepada Ewis Surbakti (30) pegawai Pariban.

Dalam keadaan tubuh tidak berdaya korban dilarikan ke Puskesmas Desa Semangat Gunung dan sempat diperiksa oleh Bidan Eva Beru Sitepu. Tetapi keadannya sudah memburuk.

Melihat kondisinya tidak memungkinkan, korban dianjurkan dibawa ke Rumah Sakit ,sehingga keluarga korban bersama pengelola pemandian Pariban membawanya ke Rumah Sakit Amanda Berastagi,tapi nyawa korban tidak dapat ditolong lagi.” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sekira jam 20:45 wib, jenazah Abdullah dibawa pulang oleh keluarganya kerumahnya di Stabat Kabupaten Langkat dengan menggunakan mobil ambulance.

Begitu juga keterangan dari Manager Pemandian Air Panas Pariban Ardian Surbakti mengatakan, bahwa pihak dari keluarga korban tidak keberatan dan juga mengatakan, bahwa korban ada memiliki riwayat penyakit dan sudah beberapa kali ganti nama.” katanya.

Juga disampaikan Ardian Surbakti lagi, di dalam kawasan Pemandian ini juga dibuat rambu-rambu ataupun tanda himbawan, agar pengunjung anak-anak harus dibawah pengawasan orang tuanya masing – masing.” katanya.

Terkait adanya kejadian ini, Polsek Simpang Empat telah melakukan langkah-langkah , cek TKP,meminta keterangan dari saksi dan begitu juga pihak Medis dan keterangan pengelola pemandian air panas Pariban” ucap Ridwan Harahap. (Ring/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close