Daerah

Jalan Penghubung Marenu-Bangkuang Memperihatinkan, Warga Harapkan Perhatian Pemkab Palas

Jalan penghubung Desa Marenu-Desa Bangkuang yang terlihat rusak parah.

Padang Lawas, desernews.com
Tokoh masyarakat dan Pemuda minta pihak pemerintah agar Jalan penghubung Desa Marenu ke Desa Bangkuang Kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas diperhatikan, hal ini mereka sampaikan kepada awak media ini, Kamis (26/10/2023).

Masyarakat dan pemuda daerah tersebut mengharapkan kepada pihak pemerintah dengan kondisi jalan rusak berat saat ini agar diperhatikan secepatnya, sebab puluhan anak anak  yang  menempuh jalan tersebut menimba ilmu pulang pergi ke sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTSN) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Desa Marenu, Kecamatan Aek Nabara Barumun merasa susah untuk melewati kondisi jalan tersebut dan terkadang tak dapat mengikuti upacara ataupun apel pagi.

Harapan tersebut disampaikan Asrul Siregar tokoh masyarakat Paya Bahung bersama Miron Siregar tokoh masyarakat Desa Aek Nabara Jae, Arjun Harahap tokoh masyarakat Desa Padang Garugur Tonga, Muktar Hasibuan tokoh masyarakat Desa Bangkuang dan Aris Munandar Sihombing.

“Kami sebagai masyarakat sangat mengharapkan kepada pemerintah agar jalan penghubung di daerah kami di perharikan, dan kepada DPRD Padang Lawas dapat membawakan aspirasi kami ini ke paripurna Badan Anggaran (Banggar) yang mewakili kami dari dapil ini,” kata Asrul Siregar di dampingi tokoh desa yang lain.

Dengan keadaan akses jalan yang begitu sulit dilalu mengakibatkan harga pangan sembako masyarakat sangat tinggi, sementara hasi pertanian dan kebun masyarakat dibawah harga standar di daerah lain di akibat jalan yang begitu buruk dan susah dilalui.

Aris munandar Sihombing, tokoh pemuda dari Desa Paya Bahung menambahkan, bahwa keadaan jalan sepanjang 7 km dari Desa Marenu ke Desa Bingkuang ada sekitar 3 km yang sangat susah dan memperihatinkan.

“Kita sebagai pemuda merasa miris melihat jalan yang akan dilalui adek adek setiap hari ke sekolah menimba ilmu di tingkat lanjutan menengah dan atas, mereka harus berjibaku dengan lumpur dan terkadang pakaian meraka basah dan bercampur lumpu,” kata Aris.

Ia juga berharap agar pemerintah Kabupaten Padang Lawas melalui dinas Pekerjaan Umum (PU) memperhatikan jalan ini, agar kesetaraan perekonomian dan kesejahteraan mereka sama dengan masyarakat di kecamatan lain di Palas.
Penulis: A Salam Srg.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close