Daerah

Damkar Asahan Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Kebakaran kepada Karyawan PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Silau

Seorang karyawan kebun Sei Silau tanpak sedang mendemonstrasikan cara memadamkan api yang sedang marak dengan dipandu oleh petugas Damkar dari Pemkab Asahan.

Asahan, desernews.com
Sehubungan dengan surat PT.Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Kebun Sei Silau, Nomor : 1KSL/X/55/XII/2024 tanggal 16 Desember, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (SatPolKar) Kabupaten Asahan, mengadakan acara Sosialisasi dan Edukasi tentang Bahaya Kebakaran kepada Management PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Silau.

Kegiatan Sosialisasi dilaksanakan di kantor PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Kebun Sei Silau, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan Sumatera Utara.

Dihadiri oleh Mandor 1 Afdeling/Bahagian, Satuan Pengamanan Kebun Sei Silau, beserta perangkat Desa sekitar perkebunan Sei Silau, Jum’at 20 Desember 2024.

Karyawan Kebun Sei Silau tampak sedang mengikuti acara sosialisasi dan edukasi yang diberikan petugas Damkar Asahan.

Dalam sambutannya Manager PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Silau, Febryandi Bangun SP, melalui Askep Rayon A, Afrian Wahyu Hardikta SP, menyampaikan terimakasih kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Kabupaten Asahan. Karena telah hadir dalam memberikan sosialisasi tentang bahaya bencana kebakaran di tempat kami di PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Silau.

Diharapakan kedepan kami (karyawan) akan lebih memahami tentang bahaya kebakaran serta cara penanggulangannya.

Selaku nara sumber dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran, Arif Afdani SE, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan Edukasi tentang bahaya kebakaran serta bagai mana cara mengatasinya.

Praktek lapangan memadamkan api.

Arif mengingatkan, kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Asahan sebagian besar akibat hubungan arus pendek, kelalaian pemilik rumah tidak melakukan “safety” seperti mencabut cok kulkas, televisi, kipas angin dan lain sebagainya, saat hendak berpergian meninggalkan rumah dalam waktu lama.

Selain hubungan arus pendek listrik, kebakaran juga bisa terjadi akibat kebocoran gas, terutama ibu – ibu di harapkan dapat membersihkan kompor serta memeriksa selang regulator secara rutin. Hal ini bertujuan jika terjadi kebocoran gas pada selang mudah di ketahui, tutur Arif.

Dalam kegiatan ini peserta sosialisasi juga di ajak berpartisipasi dalam praktik pemadam kebakaran tabung gas elpiji 3 kg, menggunakan goni basah, alat pemadam api ringan (Apar) dan cara menggunakan selang Hydrant yang benar. (Mhd.Hamdani)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close