Bupati Karo Bersama Forkopimda Pantau Pesta Di Jambur, Bila Ada Yang Reaktif Pesta Bisa Dibubarkan

Tanah Karo, desernwews.com
Awasi penyebaran virus covid -19,agar masyarakat tidak terkonfirmasi kena virus disaat melakukan pesta adat di Jambur , Forkopimda Kabupaten Karo terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Dalam hal ini, Bupati Karo Cory.S.Sebayang didampingi Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Kapolres Karo AKBP Yustinus Setyo,SH.SIK,Kadis Kesehatan Drg Irna Safrina S.Meliala ,M.Kes ,Kasat Pol PP Hendrik Philemon Tarigan ,Jumat (28/5/2021) sekira pukul 12:00 wib pantau jambur di Kabanjahe yang sedang melaksanakan pesta adat.
Saat berada di Jambur Adil Makmur , Bupati Karo Cory S Sebayang langsung menyampaikan kepada tamu undangan maupun tuan rumah agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan jika mau melakukan kegiatan pesta adat.
Saya harap kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya covid-19 , jangan kita lengah, jika sudah selesai memberikan ucapan sambutan sebagaimana dalam budaya kita supaya langsung duduk ke tempat kita masing – masing supaya tidak kerumunan .
Jika ada nanti salah satu saja terkonfirmasi Covid-19, maka satu balai desa ini akan di isolasi, harapan saya supaya kita tetap mengikuti protokol kesehatan, kita harus ingat bahwa Covid 19 ini masih ada ,” ucap Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang .
Di tempat yang sama , Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo SH SIK mengatakan ” saya tetap menghimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin dengan protokol kesehatan , jangan nanti kita seperti di daerah Desa Garoga , ada sebanyak 147 orang terkonfirmasi Covid 19 setelah selesai mengikuti Pesta Adat Perkawinan .
Untuk itu disampaikan kepada saudara berikut Istri dan anak – anak kita agar tetap mematuhi prokes guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 . Wajib pakai Masker, Hindari kontak tubuh dengan orang lain , selalu bawa hand sanitizer dan komsumsi makanan yang bergizi dan Vitamin mempertebal imun tubuh ,” ucap Kapolres AKBP Yustinus Setyo SH SIK.
Begitu juga, Kasatpol PP Hendrik Tarigan ketika di konfirmasi wartawan terkait kerumunan di saat melakukan kegiatan pesta mengatakan ,” kita pun berharap kepada pemilik jambur agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan, jika kapasitas jambur itu sebanyak 1000 orang, pihak jambur agar menyediakan 500 orang, satu tikar cukup di duduki tamu undangan sebanyak 5 orang saja .
Dari sini kedepannya, kita sudah menyiapkan rapid test di gerbang jambur , jika ada salah satu tamu yang reaktif , pesta tersebut bisa di bubarkan , jadi harapan saya kepada masyarakat Kabupaten Karo jika melakukan kegiatan pesta agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan,” ucap Hendrik Tarigan. (Ring/DN)




