Nasional

Briptu Hasbudi Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal, Ternyata Miliki Aset Dengan Nilai Fantastis

Mobil Toyota Fortuner putih diamankan di Mapolda Kaltara diduga terkait dengan kasus yang menjerat Briptu Hasbudi. (Foto: ANTARA/Ayu Prameswari)

Tarakan, desernews.com
Penyidik Polda Kaltara telah menetapkan Briptu Hasbudi sebagai tersangka kasus tambang emas liar di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Sejumlah aset yang diduga kuat milik Briptu Hasbudi turut diamankan sebagai barang bukti.

Teranyar, sebuah mobil Toyota Fortuner yang diberikan Briptu Hasbudi kepada seseorang disita polisi.

“Mobil ini baru kami temukan tadi malam di Tanjung Selor, akan tetapi orangnya tidak kami temukan. Mobil ini adalah milik HSB yang sudah diberikan kepada seseorang. Seseorang ini harus kami pastikan, tidak boleh berasumsi,” ungkap Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya.

Polisi juga menyita tiga jam tangan mewah merek Bradley sebagai barang bukti.

“Harganya kami belum bisa pastikan, yang jelas ini mahal,” ujarnya.

Tiga ekskavator yang sempat beroperasi di lokasi tambang emas ilegal milik Briptu Hasbudi dan dua unit truk juga turut diamankan.

“Per unit ekskavator ini ditaksir Rp 2,5 miliar. Truk sekitar Rp 500 juta,” sebut Irjen Daniel soal nominal aset milik Briptu Hasbudi yang sudah disita polisi tersebut.

Kapolda juga memperlihatkan barang bukti dua kotak yang berisi senjata api semiotomatis di dalamnya dan sekitar 200 amunisi turut diamankan.

“Kami juga menyita DVR (digital video recorder) karena ada bukti petunjuk yang kami temukan berisi rekaman gudang sianida diduga milik HSB. Ada laptop juga yang akan kami analisis isinya apabila berkaitan dengan yang telah kami tersangkakan,” bebernya.

Sebelumnya, penyidik Polda Kaltara menyita aset Briptu Hasbudi lainnya, yaitu sebuah mobil Toyota Alphard dan Honda Civic.

Hingga Senin (9/5) pagi, polisi juga telah mengamankan 11 speedboat diduga milik Briptu Hasbudi yang digunakan sebagai alat ataupun hasil dari kejahatannya.

“Sebelas unit speedboat ini kami temukan secara bertahap di tempat yang berbeda-beda dengan kondisi kunci hilang dan baling-baling dicabut yang diduga sengaja untuk menghambat proses penyidikan,” beber jenderal bintang dua itu.(jpnn/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close