Daerah

Tiga Rumah Rusak di Terjang Angin Puting Beliung

Lurah Tanjung Marulak Hilir, Warni bersama Forkompicam melakukan peninjauan sekaligus pendataan rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir.

Tebingtinggi, desernews.com
Hujan deras yang disertai angin kencang, Kamis (30/5/2024) sekira pukul 02.00 WIB merusak tiga rumah warga di dua kecamatan di Kota Tebingtinggi.

Korban rumah rusak dengan atap bagian rumah dan dapur terbawa angin, dua rumah di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kecamatan Rambutan, Basri warga Jalan Gunung Sibayak Lingkungan 3 dan Suriati warga Jalan Bukit Batu Ganjang Lingkungan 4 Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Sedangkan di Kecamatan Padang Hilir, ada satu rumah warga di Jalan Pandan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi kondisi rusak.

Menurut Lurah Tanjung Marulak Hilir, Warni, dua rumah yang rusak kondisinya atap bagian rumah terbang karena terjangan angin puting beliung dan kini sudah dilakukan pendataan bersama Forkompinda terkait kerugian korban angin puting beliung.

“Masih kami data kerugian warga korban angin puting beliung. Tidak ada korban jiwa dan luka-luka karena saat kejadian korban sempat keluar rumah. Kami meminta kepada masyarakat sekitar untuk melakukan gotong royong untuk kembali memperbaiki atap rumah warga yang rusak,” jelasnya.

Kepada warga diharapkan jika membangun rumah untuk tetap memperhatikan kekokohan bangunan tersebut dengan mengikatkan besi balok pinggang ke bagian rangka rumah agar apabila ada angin kencang tidak mungkin mudah terbawa angin.

Salah seorang warga korban angin puting beliung, Basri menuturkan malam itu dirinya bersama anak dan istri sedang tertidur pulas, tetapi terbangun karena ada getaran keras diatas bangunan rumah dan secepat itu membangunkan seluruh keluarga untuk keluar rumah.

“Membangunkan anak dan istri untuk lari keluar rumah menyelamatkan diri. Setelah itu bagian atap seng belakang rumah terbang dibawah angin, kondisi bagian dapur sudah basah dengan air hujan,” jelas Basri.

Sedangkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi belum memberikan keterangan seputar berapa jumlah sebenarnya korban angin puting beliung di wilayah Kota Tebingtinggi.(sp/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close