Pandangan Gelora Keluarnya PKB dari Pendukung Prabowo
Anis Matta: Semoga yang Datang Bisa Jadi Sekutu Setia

Jakarta, desernews.com
“Hari ini kita melihat suatu peristiwa sama, ada datang dan pergi dalam koalisi. Tapi saya ingin mengatakan ke Prabowo dan koalisi lainnya, mudah-mudahan yang datang hari ini, adalah sekutu bisa dipercaya dan setia,” ujar Anis di Djakarta Theater, Jakarta, Jum’at.
Ketua Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, menyindir soal keluarnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dari koalisi pendukung Prabowo Subianto dan merapat ke Anies Baswedan.
Hal itu Anis sampaikan, saat partainya menyampaikan dukungan untuk Prabowo di Pilpres 2024.
Anis tak secara gamblang menyebut PKB. Namun, partai politik yang baru saja meninggalkan koalisi pendukung Prabowo adalah PKB.
Lebih lanjut, Anis menyebut dirinya sudah mendukung Prabowo sejak Pilpres 2014 dan 2019, saat masih menjadi pengurus di Partai Keadilan Sejahtera.
Meskipun dalam dua periode itu, Prabowo selalu kalah dari lawan yang sama, Anis menyebut Ketua Umum Partai Gerindra itu tetap mau belajar dan bahkan mau bergabung dalam koalisi pemerintah.
“Pak Prabowo mengajarkan kita, untuk mau belajar dari lawan yang telah mengalahkannya. Itu lah kerendahan hati, itu lah pemimpin. Itu membuat saya mau mendukung dia kembali,” kata Anis.
Anies Baswedan dan Cak Imin telah mendeklarasikan diri, sebagai pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, pada Sabtu 2 September 2023 di Surabaya, Jawa Timur.
Berdasar surat undangan yang dikeluarkan Dewan Pengurus Wilayah atau DPW PKB Provinsi Jawa Timur yang diperoleh Tempo, deklarasi diselenggarakan di Hotel Majapahit Surabaya sekitar pukul 14.00 WIB.
“Undangan deklarasi capres dan cawapres Pemilu 2024,” tulis perihal undangan tersebut ditandatangani oleh Ketua DPW PKB Jawa Timur, Halim Iskandar tertanggal 1 September 2023.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda mengatakan, deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Anies-Cak Imin) sebagai pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) telah dilakukan secara sederhana.
Ia menyebutkan, deklarasi dihadiri sejumlah pimpinan dan kader dari Partai Kebangkitan Bangsa, Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera.
“Acara digelar sederhana tapi khidmat untuk memastikan langkah pasangan Anies-Muhaimin lancar hingga berhasil memenangkan Pilpres 2024,” kata Syaiful Huda.
Ia juga menyebut, sejumlah pimpinan partai memberikan sambutan, dimulai sambutan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar, Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan ditutup sambutan Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Tak lupa pula kata Huda, ada doa dari para kiai sepuh di Jawa Timur.
Kabar Anies menggandeng Muhaimin sebagai calon wakil presiden diungkap Partai Demokrat pada Kamis, 30 Agustus 2023.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya menyatakan, keputusan itu dibuat secara sepihak oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Riefky menyatakan, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), yang mengusung Anies tak dilibatkan dalam keputusan tersebut.
Padahal, menurut dia, Anies sebelumnya telah memilih Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, sebagai pendampingnya.
“Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh. Ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan; pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga Parpol (Nasdem, Demokrat, dan PKS),” kata Riefky. (H. Suhartoyo/Tempo)




