Nasional

Warga Pasaman Barat Desak Gubernur Mahyeldi Selesaikan Konflik Agraria

Demo Masyarakat Pasaman Barat di Kantor Gubernur Sumatera Barat minta penyelesaian masalah agraria, di Padang, Senin (31/7/2023). (Foto : H. Suhartoyo/dts).

Padang, desernews.com
Ribuan massa aksi yang berasal dari masyarakat Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumbar.

Massa aksi ini menuntut Gubernur Sumbar Mahyeldi membatalkan rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) dan konflik agraria di Nagari Air Bangis.

Haris Ritonga (36), koordinator lapangan dari aksi tersebut mengatakan, kedatangan mereka untuk menemui Gubenur Sumbar dalam menuntut penyelesaian konflik yang terjadi di daerahnya.

Menurutnya, saat ini permasalahan yang terjadi disana sudah cukup konkret.

“Konflik di nagari kami sudah sangat lama terjadi, sudah banyak masyarakat yang ditangkap oleh Polisi, namun penyelesaiannya tidak ada dari pemerintah.

Karena kami tinggal di hutan kawasan, sangat perlu penyelesaian dari pemerintah.

“Biar dalam beraktivitas, kami tidak takut ditangkap oleh Polisi,” kata Haris ketika dihubungi via telpon, Senin (31/7/2023).

Lebih lanjut dikatakan Haris, masyarakat yang tinggal di Air Bangis rata-rata petani sawit.

Saat masuk musim panen, menurutnya sangat banyak masyarakat yang takut ketika melakukan panen di kebun sendiri.

Terbaru, kata Haris, ada dua warga ditahan karena melakukan aktivitas panen di hutan kawasan produksi.

“Dua warga kami ditahan, saat melakukan aktivitas panen sawit di kebunnya sendiri,” jelasnya.

Kalau memang itu hutan kawasan produksi, kami butuh penyelesaian.

“Karena kami sudah dari dulu tinggal disana, jadi kami menuntut campur tangan gubernur dalam penyelesaian permasalah yang terjadi” katanya.

Haris menyebut konflik agraria yang terjadi di Air Bangis sudah terjadi sejak tahun 2016.

Dari rentang tahun itu, sudah puluhan masyarakat yang ditahan saat melakukan aktivitas di sana.

Pantauan wartawan di lokasi aksi, masyarakat menggelar aksi didampingi oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari BEM Sumbar.

Masyarakat yang hadir terdiri dari orang dewasa, pemuda, dan anak sekolah yang masih memakai seragam sekolah dari SD hingga SMA. Disana juga tampak ratusan ibu-ibu membawa balitanya.

Info yang dihimpun wartawan, masyarakat akan bertahan di kawasan Kantor Gubernur Sumbar sampai semua tuntutannya dipenuhi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi. (H. Suhartoyo/dts)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close