Ketangkap, Satu Maling Kerbau Tewas Diamuk Massa, Mobil Dibakar, Dua Orang Lompat Kedalam Jurang Gerat Simole

Tanah Karo, desernews.com
Kasus pencurian ternak lembu belakangan ini meresahkan pemilik ternak, pasalnya beberapa ekor ternak lembu milik warga di Tanah Karo dinyatakan hilang beberapa waktu lalu dan pelakunya tidak diketahui sama sekali.
Namun pencurian ternak itu kembali lagi terjadi dan salah seorang dari tiga orang pelaku berhasil ditangkap warga.
Pasca penangkapan, pelaku berusaha melawan membuat emosi warga memuncak dan menghakiminya hingga nyawanya pun melayang.
Menurut data yang diperoleh dari sumber, awal kejadian ini bermula adanya informasi, bahwa ada mobil Grand Max warna putih BK 9825 TP melintas kearah kecamatan Naman Teran dengan mengangkut dua ekor kerbau diduga hasil curian.
Adanya info tersebut, ada beberapa warga berada di Posko penjagaan Desa Sukandebi Kecamatan Naman Teran langsung menghalanginya dengan memarkirkan mobil angkutan RIO dibadan jalan, tetapi pelaku berjumlah tiga orang di atas mobil itu bukannya berhenti, malah menabraknya.

“Dari situ kami curiga, bahwa mereka ini maling, karena saat ditanya dia melawan sehingga emosi warga marah dan menghakiminya dan dikesempatan itu juga dua orang temannya berhasil lolos dan meloncat kedalam jurang Gerat Simole Sukandebi dan mobil tersebut dibakar warga hingga hangus,” ucap warga.
Karena emosi ratusan warga tidak dapat dikendalikan lagi sehingga warga menghubungi petugas dari Polsek Simpang Empat Polres Karo turun untuk meredam situasi.
“Sedangkan kedua pelaku yang melompat kedalam jurang terus diburu warga, namun belum ditemukan.” Jelas Tarigan.
Dilanjutnya lagi, kejadian itu terjadi Rabu (8/2/2023) sekira pukul 07:15 wib, diatas mobil Grand Max itu ada dua ekor kerbau dan sudah diamankan warga.

Infonya kerbau itu dicuri dari arah Kecamatan Tigapanah, mungkin setelah diketahui dan diburu, ketiga pelaku itu hendak kabur melalui Kecamatan Naman Teran tembus Karo Langkat sehingga tertangkap.
Akibat luka disekujur tubuh dan kepalanya, korban dibawa ke RSU Kabanjahe, namun nyawanya tidak tertolong. Setelah diidentifikasi oleh Polisi korban bernama Turiono (43) alamat Kampung Nelayan Lingkungan XII Kecamatan Medan Belawan Kotamadya Medan.(FS-Ring)




