Masyarakat Resah dan Menduga Polisi Biarkan Judi Berkembang di Asahan

Asahan, desernews.com
Belakangan ini masyarakat Asahan semakin resah menyusul banyaknya arena perjudian jenis mesin bermunculan dimana-mana.
Masyarakat menuding kalau perjudian itu sengaja dibiarkan Kapolres Asahan yang sudah satu tahun memimpin, untuk berkembang.
Padahal sebelumnya, AKBP Putu Yudha selalu menggaungkan komit untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat) sebagaimana semboyan “Rambate Rata Raya”, di umur yang ke-76 Tahun, mewujudkan masyarakat Asahan yang sejahtera, religius dan berkarakter.
“Bila sarang-sarang perjudian ternyata marak di tengah masyarakatnya, sedangkan semua tahu bahwa judi jelas-jelas dilarang hukum juga agama. Jadi, dimana yang disebut Asahan yang religius, atau slogan itu hanya retorika saja?,” tanya warga.
Saat ini, kata warga, mereka merasa miris melihat kepemimpinan AKBP Putu yang sepertinya sudah berbalik arah mendukung aksi perjudian.
“Jangan-jangan Kapolres saat ini cari modal makanya judi dibiarkan berkembang,” ujar warga.
Dari penelusuran mereka, ada didapat beberapa lokasi judi jenis mesin yang beroperasi di beberapa kecamatan, Kabupaten Asahan seperti di Bandar Pulau, Pulau Raja, Air Batu, Simpang Empat, Mandoge, Meranti dan masih banyak lokasi lainnya.
Perjudian mesin itu ada jenis, slot, bola boukong hingga rolet ala kasino. Meski dibuka secara terang-terangan namun sampai saat ini tidak ada tindakan dari aparat kepolisian. Padahal, aksi perjudian itu sudah beroperasi cukup lama.
Terkait maraknya arena perjudian jenis mesin tembak ikan, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira hanya menanggapi datar.
Mantan Kapolres Tanjung Balai itu hanya mengatakan, “Akan kami tindak tegas semua mesin judi yabg ada di Asahan, dan sudah ada yang diproses secara hukum, kalau ada yang masih berani buka akan kami tindak,” katanya.(mpo/DN)




