Lois Owien, dokter yang Tidak Percaya Covid-19 Akhirnya Meninggal Dunia

Tarakan, desernews.com
dr Lois Owien meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit. Lois meninggal setelah selama ini menderita kanker serviks.
“Karena kanker serviks,” ujar anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tarakan dr Ari Yusnita kepada detikcom, Selasa (7/6/2022).
Yusnita hari ini mendatangi rumah duka di Kampung Bugis Dalam, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
“Sudah ke rumah duka,” kata Yusnita.
Yusnita mengatakan, dr Lois sakit kanker serviks sejak 6 bulan terakhir. Penyakit dr Lois terungkap setelah dia tiba-tiba mengalami pendarahan.
“Sakit dari bulan 12 (sejak Desember 2021), iya awalnya tau-tau ada pendarahan,” kata Yusnita.
Seperti diketahui, dr Lois meninggal di kampung halamannya di Kota Tarakan sekitar pukul 12.00 Wita, Senin (6/6). Sejak sakit dr Lois sudah berulangkali pulang pergi Tarakan – Jakarta dalam rangka berobat.
“Katanya sudah berobat ke Jakarta, bolak-balik Tarakan,” kata kata Ketua IDI Tarakan dr. Sigit Prastyanto, Senin (6/6).
Sigit juga mengatakan dr Lois sedianya bakal dibawa berobat ke Jakarta. Namun kondisi Lois tiba-tiba drop dan meninggal.
Sigit mengatakan dr Lois sebenarnya hendak dibawa berobat ke Jakarta namun tiba-tiba drop.
“Sebenarnya mau berobat juga ke Jakarta, besok berangkat (hari ini). Besok berobat, tau-tau drop tidak sempat dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Diketahui, dr.Lois merupakan lulusan dari jurusan kedokteran umum Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) angkatan 2004.
Kiprah dr.Lois di dunia medis tidak hanya sampai dengan gelarnya sebagai dokter, ia pun juga melanjutkan pendidikan dengan jurusan anti aging medicine di negeri Jiran Malaysia.
Namun, pendidikannya tersebut belum bisa diakui di Indonesia sebagai bidang spesialis kedokteran, sehingga hanya dianggap sebagai bagian dari pendidikan magister saja.
dr.Lois sempat mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap covid 19.
Banyak statemen soal Covid-19 yang ia ungkap di media sosial pribadinya, dr.Lois pun sempat diundang dalam sebuah talk show bersama pengacara kondang Hotman Paris.
Dalam talk show tersebut, Hotman pun sempat menyinggung soal keyakinan dr.Lois yang tidak mempercayai adanya virus Covid-19 tersebut.
Ia pun sempat berdebat dengan Hotman dan menjelaskan alasan mengapa dirinya tidak mempercayai virus tersebut dan malah mengungkap adanya indikasi interaksi obat berlebihan dari pasien yang diduga menderita Covid-19.
Sontak, pernyataannya sebagai tenaga medis ini mengundang banyak reaksi di masyarakat.
Setelah kontroversinya mencuat, banyak pihak yang menyerang dr Lois. Tak terkecuali dr.Tirta yang saat itu juga sedang banyak diundang ke televisi untuk berbicara soal virus Covid.
Melalui akun twitternya @tirta_hudhi, dr.Tirta mengungkap bahwa dr.Lois sudah tidak aktif sebagai dokter sesuai Surat Tanda Registrasi (STR)nya sejak tahun 2017 dan bahkan tidak terdaftar di Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.
Tak hanya soal identitasnya yang diungkap, dr.Lois juga sempat dipanggil oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI atas pernyataannya yang tidak mempercayai virus Covid1-9 dan statemen soal kematian pasien akibat interaksi obat yang berlebihan.

Hal ini dianggap IDI adalah sebuah penyelewengan etik karena meresahkan banyak masyarakat dan merupakan bagian dari tenaga medis. Statemen tentang Covid-19 nya ini pun disebut sebagai hoaks dan konspirasi tak bertanggung jawab.
Sempat ditangkap polisi
Buntut permasalahan pernyataan dr.Lois di media sosial dan televisi ini pun membuat pihak Kepolisian menangkapnya demi melakukan penyelidikan lebih lanjut atas laporan penyebaran hoaks di masyarakat.
Namun, pihak Kepolisian kemudian membebaskan dr.Lois dengan alasan bahwa ia menyanggupi untuk tidak melarikan diri dan mengakui kesalahannya tersebut.
Selamat jalan, dr.Lois…. (01/DN).




