Oktavius Tarigan:Saya Berusaha Menyelamatkan Kedua Anak Saya,Tiba-Tiba Kaki Saya Ditimpa Material.”Semoga Tuhan Memberikan Kekuatan Kepada Kami”

Tanah Karo, Desernews.com
Duka sangat mendalam dirasakan keluarga besar Oktavius Tarigan (33) dan Istrinya Tutri Boru Silitonga (30) akibat dampak tanah longsor yang menimpa tempat tinggalnya pada hari Kamis (26/8)sekira jam 21:30 wib di Lau Bawang Kelurahan Padang Mas Kabanjahe setelah turunnya hujan deras dari sore hingga pagi harinya.
Dari musibah ini seluruh harta benda termasuk pakaian dan perabotan rumah tangga ikut terkubur oleh lumpur sehingga tiada yang tersisa.
Namun yang sangat dirasakan pasutri ini, mereka kehilangan dua buah hatinya, Angel Beru Tarigan (5) dan adiknya Kasih Karolina Beru Tarigan (3).Kakak beradik ini ditemukan sudah tidak bernyawa dibawah timbunan tanah berlumpur bersama tiga korban lainnya dan kini malaikat kecil itu sudah tenang disurga.
Pasca ditemukan jenazah korban satu persatu,isak tangis keluarga pecah seketika dan begitu juga warga yang berada di lokasi merasa sedih atas kejadian ini.
Namun apalah kekuatan kita sebagai manusia biasa
dan hanya bisa berpasrah kepada yang maha kuasa,sebab siapa pun tidak ingin dirinya dirundung musibah ,namun semua adalah kehendak maha pencipta ,untuk itu kita minta doa kepadanya.
Terkait musibah ini,kru media ini menyempatkan diri untuk membesuk Oktavius Tarigan di Ruang VI RSU Kabanjahe,Jumat (27/8/2021) sekira jam 10:00 wib dan terlihat kedua kakinya dalam keadaan diperban serta jarum infus menancap ditangan kirinya.
Dengan tatapan mata kosong dan terlihat wajah lesu dan sesekali air mata meleleh dikedua pipinya,hal ini pasti terbayang saat kejadian sehingga menimpa kedua anaknya.
Ketika kru media ini berbincang, bapak dua anak ini hampir tidak dapat menceritakan apa yang terjadi pada malam kejadian itu akibat trauma mendalam ,namun dia sempat mengatakan”Saya sudah berusaha menolong kedua anakku,tapi secara tiba-tiba kaki saya tidak bisa jalan akibat luka ditimpa material lumpur”Terangnya sedih.
Saya pun tidak tau lagi harus berbuat apa,karena tembok beton rumah yang kami huni porak poranda sehingga saya tidak berhasil menyelamatkan anakku Angel Beru Tarigan (5) dan adiknya Kasih Karolina Beru Tarigan (3).”Saya tidak tau lagi harus berbuat apa, saya kehilangan anak, kiranya Tuhan memberi kekuatan kepada kami keluarga dan saya percaya Tuhan tetap bersama kami, dan kiranya saudara saya tetap mendoakan kami”Ujarnya dengan nada sedih.
Begitu juga terdengar dari istrinya,Tutri Boru Silitonga, saat menunggu di depan ruanh mayat RSU Kabanjahe,dia selalu memanggil nama kedua anaknya.Namun hal ini dapat kita rasakan bagaimana hancurnya hati seorang ibu kehilangan anak dua sekaligus.
Bahkan keluarga terus berusaha menghibur,namun raungan tiada hentinya,sebab pasca kejadian itu ikut juga adiknya ,Tia Monika Sari Boru Silitonga (23) tewas ditimpa tanah longsor .Sesekali dia menyebut,anakku sintua dan singuda bersama tantemu telah pergi untuk selamanya,cuma kalian dua anakku, tetapi cepat kali kau tinggalkan mamak sama bapak”ratapnya.
Begitu juga terlihat di rekaman melalui HP saat acara penguburan
Angel Beru Tarigan dan adiknya Kasih Karolina Beru Tarigan di Desa Dokan Kecamatan Merek, isak tangis ibunya dan keluarga tiada hentinya.Terlihat liang lahat kakak beradik ini berdampingan dan sempat juga ibunya mengatakan”Selamat jalan anakku sintua ras singuda, jangan.kalian berkelahi “Katanya sehingga kita pun ikut meneteskan air mata.
Lain lagi cerita Muriadi dan Istrinya Boru Simbolon,dengan raut wajah lesu karena kehilangan anak semata wayang bernama Bumi Riski Aditia (2) yang ikut menjadi korban bencana itu.
Dikatakannya,saya tidak ada firasat apa pun sama sekali,sewaktu kejadian saya bekerja di daerah Simalungun sehingga kami titip sama mertua saya, Roslinda Boru Marpaung yang juga ikut menjadi korban “Saya berdoa agar anak saya dan.mertua saya dapat diterima Allah disisinya dan saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dalam.pencarian anak saya “Katanya dengan nada terisak tangis. (FS-Ring)
.




