Da’i Muhamadiyah Masuk Pedalaman Itu Nikmat Tersendiri, Jalan Rusak, Hujan dan Badai Itu Perjuangan

Aceh Jaya, desernews.com
Seorang Da’i memasuki pedalaman di suatu daerah itu ada rasa nikmat tersendiri, apalagi kalau yang dikunjungi itu penuh perjuangan, jalan rusak, hujan dan badai itu bagian dari perjuangan da’wah. Hal itu disampaikan oleh Ustazd Drs. Muchlis Hasan, salah seorang pegiat Da’wah Muhammadiyah Aceh.
Apa yang disampaikan oleh Dewan Pakar Majlis Tabligh PWM Muhammadiyah Aceh itu ketika dalam perjalan da’wah ke Kabupaten Aceh Jaya persisnya di Gampong (Desa) Keutapang Krueng Sabe Aceh Jaya, Jum’at 2 Oktober 2026.
Dalam perjalanan ke Gampong Keutapang yang jarak dari pusat Kota Calang itu berjarak kurang lebih 10 km, namun jalan yang di lalui rusak apalagi musim hujan. Mesjid yang terletak di puncak bukit untuk menuju ke mesjid harus mendaki, namun semangat da’wah tak pernah padam. Semangat Ustazd Muchlis Hasan tidak pernah lemah.
Sesampainya di lokasi, warga Muhammadiyah sudah menunggu dengan penuh semangat. Ustazd Muchlis Hasan yang juga pensiunan Kemenag Aceh itu dalam pesan da’wahnya selalu mengedepankan dalil dalil.
Dalam pengajian PDM Aceh Jaya, Ustazd Muchlis lebih menekankan kepada Jamaah untuk selalu berpegang kepada Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah.
Ustazd Muchlis Hasan menambahkan, beliau siap kemanapun untuk berdakwah jika diundang. “Apalagi ketempat terpencil itu bagian dari perjuangan da’wah yang harus dijalankan oleh setiap Da’i,” ujarnya (T. Jamaluddin)




