Puskesmas Cubadak Pastikan Belum Ada Kasus DBD, Ns. Gusti Amrita Perkuat Pencegahan Berbasis Lingkungan

Pasaman (Dua Koto), desernews.com
Upaya preventif dalam mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus menjadi perhatian Puskesmas Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Hingga saat ini, wilayah kerja Puskesmas Cubadak dilaporkan masih nihil kasus DBD.
Kepala Puskesmas Cubadak, Ns.Gusti Amrita,S.Kep menyampaikan bahwa kondisi tersebut patut disyukuri, namun masyarakat tetap diminta tidak lengah mengingat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut masih menjadi ancaman kesehatan di sejumlah wilayah.
“Untuk wilayah tugas Puskesmas Cubadak hingga saat ini belum ada yang namanya sakit DBD. Mudah-mudahan tidak ada.
Kita sudah memberikan instruksi kepada seluruh bidan desa agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari berkembangnya jentik-jentik nyamuk,” ujar Gusti Amrita saat dikonfirmasi wartawan di sela-sela acara pembukaan MTQ III Nagari Cubadak Barat di Kampung Koto Baru, Rabu (26/8/2026).
Menurut Gusti Amrita, kondisi nihil kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Cubadak tidak terlepas dari pentingnya langkah pencegahan yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, jajaran Puskesmas terus mendorong peran aktif bidan desa bersama masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama dengan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk.“Alhamdulillah tidak ada, walaupun di daerah lain sudah ada yang meninggal dunia,” katanya.
Sikap waspada tersebut dinilai sangat penting karena berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kasus DBD di sejumlah wilayah Kecamatan Panti.
Di Kampung Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, tercatat tiga kasus. Sementara di Petok Timur, Nagari Panti Selatan, terdapat tujuh kasus. Selanjutnya, dua kasus tercatat di Suka Damai, Nagari Panti Utara, serta dua kasus lainnya di Kampung Maninjau, Nagari Panti.
Perhatian semakin serius menyusul adanya warga Kampung Maninjau, Fitri (35), seorang petani, yang meninggal dunia pada Selasa (30/6/2026) lalu dan diduga akibat DBD.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap DBD tidak boleh hanya dilakukan ketika kasus telah muncul. Langkah preventif melalui pemberantasan sarang nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan edukasi kesehatan masyarakat merupakan bagian penting dalam memutus mata rantai penularan.
Di tengah situasi tersebut, langkah Puskesmas Cubadak di bawah kepemimpinan Gusti Amrita layak mendapat apresiasi. Kebijakan yang menitikberatkan pada pencegahan hingga ke tingkat desa melalui penguatan peran bidan desa menunjukkan pola pelayanan kesehatan yang tidak sekadar menunggu masyarakat datang berobat, tetapi aktif membangun kesadaran kesehatan dari lingkungan masyarakat.
Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan menjaga wilayah tetap nihil kasus DBD membutuhkan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah nagari, kader kesehatan, bidan desa dan masyarakat.
Dengan konsistensi langkah preventif tersebut, Puskesmas Cubadak diharapkan mampu mempertahankan kondisi bebas kasus DBD sekaligus menjadi contoh pelayanan kesehatan yang mengedepankan pencegahan, kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat.(H.Eddi Gultom)




