Aceh Darussalam

Petani Aceh Besar Pasrah Gagal Panen Akibat Kekeringan

Lahan persawahan yang sangat kering.

Aceh Besar, desernews.com
Petani di Aceh Besar akan pasrah gagal panen akibat kekeringan lahan sawah maupun lahan darat. Daerah terparah kekeringan ada di Kecamatan Lhok Nga, terpantau Desernews pada Minggu, 2 Agustus 2026 siang.

Di Gampong (Desa) Seubun Ayon sangat parah, padi sudah ditanam, sawah kering kerontang, tanah sudah retak-retak.
Selain Seubun Ayon, Gampong Nusa, Gampong Mon Ikeun juga terpantau kering dan tanah pada retak-retak, rumput pun mengering.

Salah seorang warga Mon Ikeun, Muslim (57) mengatakan, kemarau tahun ini sangat terasa parah dibandingkan dengan tahun yang lalu, tahun ini sangat terasa panasnya,” ujar Muslim.

Bupati Aceh Besar, Muharam Idris, atau yang lebih dikenal Syeh Muharam sudah menghimbau Ulama Dayah, para Santri dan masyarakat Aceh Besar untuk melaksanakan Sholat Istisqa (solat minta hujan), seruan Sholat minta hujan oleh Bupati Aceh Besar sudah disampaikan beberapa hari yang lalu.

Sekarang warga di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar dilanda kekeringan yang sangat parah, sumber air PDAM Tirta Montala pun sudah mulai Kering, seperti Kecamatan Pekan Bada, sumur warga mulai kering, air PDAM Tirta Montala juga sudah tidak mencukupi untuk kebutuhan warga.

“Untuk mengatasi air bersih, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk mencari sumber air lain, jangan hanya bertumpu pada sumber nata air dari Gampong Mata Ie Kecamatan Darul Imarah, tetapi bisa juga dibangun sumur bor atau sumber air sungai lainnya yang ada di beberapa Kecamatan di Aceh Besar,” ujar salah seorang Masyarakat Gampong Lam Lumpu yang tidak mau disebut namanya. (T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close