Pelataran Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Ramai Dikunjungi Wisatawan, Menunggu Berbuka puasa dan Sholat Magrib

Banda Aceh, desernews.com
Selama bulan Ramadhan, Mesjid Baiturrahman Banda Aceh ramai dikunjungi wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan luar Aceh,
Terlihat pada Hari Minggu 1 Maret 2026 pelataran Mesjid penuh sesak dengan para pengunjung.
Tujuan utama datang ke Mesjid Baiturrahman adalah untuk berbuka puasa dan dilanjutkan dengan Sholat Magrib berjamaah.
Setiap hari sejak pukul 16,30 Wib pengunjung sudah penuh, setiap sudut terlihat kumpulan keluarga yang mempersiapkan bahan bukaan (takjil) sambil menunggu alarm mesjid tanda waktu berbuka tiba, banyak anak anak, eemaja dan orang tua berjalan kesana kemari untuk mencari tempat duduk ataupun untuk berselfi foto, ada juga yang langsung duduk sambil menunggu waktu buka dan syolat magrib berjamaah.
Salah satu pengunjung, Suwito dari Aceh Tamiang mengatakan berbuka dan menunggu sholat berjamaah di mesjid Kebanggaan Warga Aceh itu bila ke Banda Aceh merupakan sebuah keharusan,” katanya.
Keluarga Suwito sudah menjadi kebiasaan setiap tahun bila Ramadhan tiba tetap ke Banda Aceh hanya untuk buka puasa dan Sholat Magrib berjamaah dan Sholat Taraweh, setelah Sholat Tarawih keluarganya pulang kembali ke Kuala Simpang.
“Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh adalah Mesjid yang yang penuh kisah sejarah, kata Tgk Muzakkir salah satu jamaah tetap warga Banda Aceh.
Mesjid ini pernah dibakar oleh Belanda, kemudian di Bangun kembali. Dan di Mesjid ini pula seorang Jenderal Belanda gugur, sebelum dibangun, Pelataran ini dulu ada tugu peringatan gugurnya Gubernur Jenderal Belanda di tangan pejuang Aceh, dulu ada pohon Ketapang disisi sebelah kiri mesjid sebagai saksi hidup gugurnya petinggi Belanda.
“Mesjid Raya Baiturrahman bukan hanya tempat Ibadah tetapi juga tempat wisata religi,” kata Tgk Muzakkir
“Setiap sore ribuan pengunjung memenuhi Pelataran berkumpul dengan keluarga sambil menunggu waktu buka puasa dan Sholat Magrib berjamaah,” ujarnya. (T. Jamaluddin)




