Aceh Darussalam

Pos Kordinator Wilayah MDMC-LAZISMU Adakan Pelatihan Dukungan Psikososial

Ist.

Banda Aceh, desernews.com
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi kondisi darurat, Pos Koordinasi (Poskor) Wilayah MDMC–LAZISMU Aceh mengadakan pelatihan dukungan psikososial (Psychosocial Support Training) di kawasan yang selama ini rentan terhadap bencana banjir dan longsor. Kegiatan ini dilaksanakan di Poskor Wilayah lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah pada hari Selasa 9 Desember 2025, di gedung Da’wah Muhamadiyah
yang menjadi pusat aktifitas utama poskor banjir dan longsor Aceh.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur, antara lain relawan poskorwil, mahasiswa fakultas psikologi Unmuha, serta kader organisasi otonom seperti Nasyiatul Aisyiyah, IPM, IMM dan perwakilan dari MDMC maupun LAZISMU.

Melalui kegiatan ini, relawan dibekali pengetahuan dan kemampuan dasar dalam memberikan dukungan emosional, menenangkan penyintas, mengenali tanda-tanda trauma, sekaligus menjaga kondisi psikologis mereka sendiri selama bertugas di lapangan. Keterampilan ini krusial mengingat relawan kerap berhadapan dengan tekanan tinggi dan situasi yang penuh ketidakpastian saat terjadi bencana.

Narasumber pelatihan ini dari MDMC pusat, yakni Zakarija Achmat, S.Psi, M.Si, dan Nata Hendriati S.Psi . M.Si dosen Fakultas Psikologi UMM, Psikolog, yang juga tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah. Keduanya memberikan rangkaian materi meliputi Psychological First Aid (PFA), dasar intervensi psikososial, dampak psikososial bencana, asesmen, teknik pendampingan, sistem rujukan, serta penyusunan intervensi psikososial. Peserta juga mengikuti praktik lapangan melalui simulasi evakuasi dan penanganan korban.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan. Mereka menilai pelatihan ini sangat membantu, karena dukungan psikososial bukan hanya dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana, tetapi juga oleh para relawan agar tetap tangguh dan mampu memberikan pelayanan optimal.

Para fasilitator menegaskan bahwa meningkatnya intensitas banjir dan longsor di berbagai wilayah menuntut kehadiran relawan yang terlatih secara psikososial, agar proses penanganan bencana dapat berlangsung lebih manusiawi dan efektif.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, relawan diharapkan memiliki ketahanan emosional serta keterampilan pendampingan psikologis yang memadai, sehingga mampu menjadi garda terdepan bukan hanya dalam menyelamatkan fisik korban, tetapi juga mendukung pemulihan kondisi mental masyarakat di masa krisis.(T.Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close