Geunta Pangan Aceh Gandeng Investor Asing, Gerakkan Ekonomi Rakyat Melalui Program Ketahanan Pangan dan Energi

Banda Aceh, desernews.com
Genta Pangan Aceh kan gandeng Investor asing dari China untuk mengangkat Ekonomi Rakyat melalui program ketahanan pangan dan ketahanan Energi. Hal itu di sampaikan Ketua Genta pangan Aceh A. Malik Musa SH. M.Hum kepada wartawan pada hari Kamis 31 Juli 2025 di Banda Aceh.
Menurut Malik Musa untuk mengangkat Ekonomi Rakyat di Aceh hal yang harus di kerjakan dan butuh modal besar, oleh karenanya perlu kita gandeng Investor asing untuk ikut menanamkan modal nya di Aceh.
“Saat ini kita sedang menjajaki investor dari China dan sudah menunjukan signalnya, sekarang kita sedang mempersiapkan proposal dalam bidang masing masing,
Lebih lanjut Malik Musa mengatakan kit sekarang mempersiapkan proposal antara lain untuk program pangan terpadu termasuk
Pertanian, perikanan , peternakan dan Energi,” ujarnya.
Untuk sektor Pertanian kit sudah susun proposal pola tanam padi masyarakat disediakan bibit unggul. Masih sektor ketahanan pangan Genta pangan Aceh akan membudidayakan Nilam, dan membangun Pabrik minyak makan di Aceh jaya, karena Aceh jaya adalah lebih dekat dengan pabrik CPO yng ada di Barat Selatan Aceh.
“Untuk program awal investasi akan kita fokus kan pada program pemanfatan Sumur tua minyak bekas yang ada di Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Bireun,” kata Malik Musa.

Untuk meyakinkan Investor kita sudah ke lapangan bersama Investor dalam rangka kunjungan kerja,” katanya.
Untuk mengelola sumur-sumur tua ini, kita bisa kerjasama dengan BUMG, PEMA, dan UMKM setempat. Untuk menjalan kan program ketahanan Pangan masyarakat ini kita akan kerjakan bertahap. Untuk mengelolanya Sumur tua minyak itu tahap awal dan tahap berikutnya kita fokus sektor peternakan yakni penggemukan lembu di Aceh Jaya, budaya nilam dan budidaya ikan kerapu, udang lobster dan lain-lain. Dalam waktu dekat ini Genta pangan Aceh akan segera buat agreement dan kontrak kerja dengan pihak Investor,” kata ketua Genta pangan Aceh tersebut.(T. Jamaluddin)




