Sekolah Terendam Banjir, Murid SMK Al Washliyah 12 Seirampah Diliburkan

Seirampah (Sergei), desernews.com
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Serdang Bedagai sejak dua hari terakhir, mengakibatkan gedung sekolah SMK Swasta Al Washliyah 12 Seirampah terendam banjir.
Bahkan, banjir menyebabkan aktivitas belajar mengajar di Sekolah tersebut diliburkan. Hal itu dilakukan pihak sekolah dikarenakan halaman dan ruang kelas murid di sekolah tersebut terendam banjir.
Kepala SMK Swasta Al Washliyah 12 Sei Rampah, Rizky mengatakan, banjir menggenangi sekolahnya berlangsung sejak Rabu hingga Kamis (24/8) dan kini belum juga surut.
“Sekolah kita terendam banjir sudah dua hari, sejak hari Rabu kemarin hujan deras dua malam, jadi banjirlah. Baru tahun inilah banjir. Terpaksa Siswa kita liburkan per hari ini. Kalau semalam masih masuk, karena air belum masuk ke kelas,” katanya.

Rizky menjelaskan, selain karena hujan deras, drainase juga terganggu akibat adanya proses pembangunan di sebelah sekolahnya. Hal itu menyebabkan aliran air tersumbat dan tidak bisa mengalir.
Dikatakan Rizky, air menggenang halaman sekolah diperkirakan setinggi 30 cm dan di ruang kelas setinggi15 cm. Menyahuti hal itu, ia dan pengusaha yang sedang melakukan pembangunan di sebelah sekolahnya pun melakukan musyawarah.
“Ya kita berharap pemerintah bisa menormalisasi drainase. Karena tadi sudah bermusyawarah dengan beberapa pemilik lahan, termasuk yang di sebelah. Kita mencari solusi untuk membuat parit. Agar air bisa surut,” ujarnya.
Rizky juga menjelaskan, jika banjir belum juga surut hingga, Sabtu mendatang, maka pihaknya bakal mencari alternatif lain untuk keberlangsungan proses belajar dan mengajar.
Untuk itu, sambungnya, pihaknya bakal menyiapkan rumah toko (Ruko) untuk aktivitas belajar mengajar, nantinya akan dipindahkan ke sana. Ia juga berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat memberikan solusi terkait banjir yang melanda sekolahnya.
“Tadi juga sudah jumpa di Polsek Firdaus, kita sudah musyawarah bersama pihak desa. Karena mereka terdampak juga akibat adanya penimbunan pembangunan di sebelah,” ujar Rizky. (Sty)




