Nusantara

Optimalisasi PAD, Wujud Kepedulian Kepala OPD Pasaman Perkuat Kemandirian Daerah

Gelar apel perdana pasca lebaran yang dipimpin langsung Bupati Pasaman, Welly Suhery.

‎Lubuk Sikaping, desernews.com
‎‎Kepedulian seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pasaman dalam menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) kini menjadi sorotan penting dalam upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.

‎Sebagai mana yang ditekankan Bupati Pasaman Welly Suhery pada hari pertama masuk kerja Rabu( 25/3/2026) yang juga dihadiri Wakil Bupati H.Patulian Dalimunthe Munthe, Sekda Yudesri dan para Kepala OPD  bahwa potensi daerah yang dimiliki Pasaman cukup besar dan belum sepenuhnya dimaksimalkan.

‎Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk menggali sumber-sumber pendapatan baru yang sah dan berkelanjutan.

‎Ia meminta setiap OPD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sektor-sektor yang berpotensi meningkatkan PAD,selain PBB termasuk retribusi dan pajak daerah.

‎Langkah strategis ini dinilai krusial untuk menambah isi kas daerah sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

‎Sejumlah pihak menilai bahwa potensi PAD Pasaman masih sangat besar, namun belum tergarap secara maksimal.

‎Dengan pengelolaan yang baik dan terintegrasi, berbagai sektor diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah.

‎Salah satu potensi yang mencuat adalah menjamurnya objek wisata milik masyarakat yang kini banyak bermunculan di berbagai wilayah.

‎Salah satunya di Kecamatan Dua Koto ada dua objek wisata kolam renang yakni,Ulim Waterpark yang berada di Nagari Simpang Tonang Selatan dan Semata Wayang yang berada di Silang Empat Nagari Cubadak Barat.

‎Objek-objek wisata tersebut telah memungut biaya masuk dari para pengunjung. Namun, disayangkan, tiket yang dijual belum seluruhnya terdata dan terpantau oleh instansi terkait, khususnya dinas pendapatan daerah.

‎Kemudian pembangunan gedung gedung tempat tinggal dan tempat usaha  yang megah diberbagai kecamatan yang diduga belum memiliki izin mendirikan bangunan( IMB ) dari dinas terkait.

‎Selain itu rumah rumah makan muncul di berbagai tempat di Pasaman dan ini juga bisa digarap sebagai sumber pemasukan ke kas daerah.

‎Hal ini perlu menjadi perhatian dari Satuan Polisi Pamong Praja( Satpol PP ) sebagai petugas penegak Perda  untuk menelusuri dan memberikan peringatan bagi yang belum mengikuti regulasi untuk mengurus ijin dan membayar pajak ataupun retribusi.

‎Akibatnya, potensi kontribusi bagi kas daerah dari sektor ini belum sepenuhnya terakomodasi.

‎Jika dikelola dengan baik melalui regulasi yang jelas dan pengawasan yang optimal, tentu akan ada persentase pendapatan yang bisa masuk ke kas daerah tanpa merugikan masyarakat sebagai pengelola

‎Selain sektor pariwisata, persoalan parkir di pasar-pasar tradisional juga menjadi perhatian serius. Hingga kini, pengelolaan parkir kendaraan roda dua dan roda empat di sejumlah pasar dinilai belum maksimal.

‎Masih banyak ditemukan praktik parkir liar yang tidak terkelola oleh dinas perhubungan, sehingga potensi pendapatan dari sektor ini terbuang percuma.

‎Padahal, berdasarkan data lapangan, terdapat ratusan pasar tradisional yang tersebar di berbagai kecamatan dan nagari di Kabupaten Pasaman.

‎Jika dikelola secara profesional dan transparan, sektor parkir ini diyakini dapat menjadi salah satu penyumbang PAD yang cukup besar.

‎Kepala OPD diharapkan tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi dalam menggali potensi daerah.

‎Sinergi antar OPD, didukung dengan kebijakan yang berpihak pada optimalisasi pendapatan, menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan PAD.

‎Upaya ini juga sejalan dengan semangat otonomi daerah, di mana pemerintah daerah dituntut untuk lebih mandiri dalam pembiayaan pembangunan.

‎Dengan meningkatnya PAD, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal serta pembangunan infrastruktur dan sektor lainnya dapat berjalan lebih merata.

‎Masyarakat pun berharap adanya langkah konkret dan nyata dari pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk menertibkan, mengelola, dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada.

‎Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendapatan daerah menjadi hal yang tidak kalah penting agar kepercayaan publik tetap terjaga.

‎Dengan komitmen dan kepedulian bersama, Pasaman diyakini mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah yang lebih baik lagi ke depan.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close