Nusantara

Kapolri Jendral Suyudi Ceramahi Anggota  Usai Salat Jumat di Mabes Polri

Kapolri, Jenderal Suyudi Ario Seto, mengingatkan jajarannya tentang amanah jabatan dan pentingnya sikap rendah hati dalam ceramah usai Salat Jumat di Mabes Polri. (Foto: arsip foto Mabes Polri)

‎
‎Jakarta, desernews.com
‎‎Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan ceramah kepada jajarannya usai salat Jumat berjemaah di Masjid Al-Ikhlas kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/10).
‎
‎Dalam ceramahnya, Suyudi mengingatkan anggota Polri, bahwa jabatan dan kedudukan mereka adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
‎
‎Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” kata Suyudi dalam ceramahnya.
‎
‎Suyudi mengingatkan bahwa jabatan, pangkat, kedudukan, maupun harta bukan alasan bagi seseorang untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.
‎
‎Ia menekankan sikap rendah hati merupakan cermin akhlak mulia yang harus dijaga setiap orang. Terutama bagi mereka yang memiliki jabatan dan tanggung jawab besar.
‎
‎”Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk bersikap bijaksana, peduli terhadap sesama, dan memberikan teladan yang baik,” ucapnya.
‎
‎Menurut Suyudi, kemuliaan seseorang tidak semata-mata diukur dari pangkat, jabatan, atau kekayaan. Kemuliaan juga bisa tecermin dari akhlak, ketulusan hati, serta cara memperlakukan orang lain.
‎
‎Suyudi juga berharap para jemaah salat Jumat di Mabes Polri bisa mengambil hikmah untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan.( CNNI/ H.Eddi Gultom )
‎
‎
‎
‎
‎
[10/10 07.17] Pak Edi Desernews. com: Intruksi Langsung Kapolri, Polri Gelar Penggerebekan Serentak Kampung Narkoba di Seluruh Indonesia
‎
‎ Jakarta,desernews.com
‎
‎ Polri menggelar penggerebekan sarang narkoba secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia, Jumat (9/10/2026). Operasi tersebut melibatkan personel gabungan Polri, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Satpol PP sebagai langkah untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.
‎
‎Operasi tersebut dipimpin Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Siagian bersama Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso. Penggerebekan dilakukan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran maupun penyimpanan narkoba.
‎
‎“Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Kami tidak akan tidur, masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba,” ujar Kristian saat berada di Kampung Ambon, Jakarta Barat, Jumat (9/10/2026).
‎
‎Kristian mengatakan, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan masyarakat. Karena itu, Polri mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu memutus mata rantai peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
‎
‎“Saat ini saya berada dengan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya berada di Kampung Ambon. Kami meminta kerja sama dengan masyarakat. Kami ingin bersama-sama masyarakat untuk melakukan pemberantasan mata rantai narkoba,” jelasnya.
‎
‎Di Jakarta, penggerebekan dilakukan secara simultan di dua lokasi, yakni Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Sebanyak sekitar 700 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut.
‎
‎Bismo mengatakan, personel yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, antara lain Brimob, Dalmas, personel narkoba Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Polres, serta TNI.
‎
‎“Pada pagi hari tadi kami melaksanakan operasi secara simultan di dua titik, yaitu di Kampung Boncos dan juga di Kampung Ambon dengan kekuatan 700 personel, yaitu dari Brimob, Dalmas, dari Narkoba baik Polda, Mabes Polri, maupun Polres, kemudian dari TNI,” kata Bismo.
‎
‎Dari penggerebekan di dua lokasi tersebut, petugas mengamankan 24 orang yang saat ini masih menjalani proses penyelidikan. Sebanyak delapan orang diamankan di Kampung Boncos, sedangkan 16 lainnya diamankan di Kampung Ambon.
‎
‎“Nah ini dari dua lokasi tersebut berhasil diamankan ya, sementara dalam penyelidikan, itu dari Kampung Boncos itu ada 8 orang, kemudian dari Kampung Ambon ada 16 orang,” imbuhnya.
‎
‎Selain mengamankan sejumlah orang, petugas juga menemukan barang bukti di sejumlah titik di Kampung Ambon. Barang tersebut ditemukan di antaranya di lapak, rumah kontrakan, kos-kosan, hingga kendaraan.
‎
‎“Yang jelas yang kita dapati saat ini tadi secara fakta ada lapak ya, ada yang menyewakan bong-bong tersebut, kemudian ada yang menyimpan di kos-kosan, ada yang menyimpan di dalam motor, dan lain sebagainya,” jelasnya(mediahub/ Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close