
Medan, desernews.com
Ratusan Pengurus SPBUN Ex PTPN-III Medan Geruduk Kantor Head Regional I, dengan melakukan Long March berjalan kaki sejauh 1 kilometer, sambil membawa bendera dan bernyanyi, meneriakkan yel-yel perjuangan.
Sebelum menggeruduk, para pengurus Spbun Basis dari 52 Kebun/Unit tersebut, terlebih dahulu mengadakan rapat dengan Ketua Umum Spbun Tingkat Perusahaan Ex PTPN-III Medan Hj. Rina Tanjung, dalam situasi panas dingin.
Sementara itu, Karyawan PTPN IV Palmco Regional I (Ex PTPN-III) Medan, menyoroti Kinerja Jajaran Direksi terutama Dirut Jatmiko Krisna Santosa terkait beberapa permasalahan yang terjadi dilingkup perusahaan perkebunan yang awalnya menjadi leader PTPN se-Indonesia.

Hal itu sehubungan beberapa permasalahan yang terjadi dilapangan, seperti terlukanya Kepala Pengamanan Kebun Bangun Simalungun akibat bentrok dengan massa, kerugian hingga Rp 100 miliar akibat aksi pencurian sawit yang ada di Afdeling 4 Kebun Bangun, Desa Talun Kondot dan Afdeling 2 Kebun Bah Birong Ulu Desa Sukamulia Nagori Pinang Ratus, pekerja tidak bisa panen selama 21 hari di Kebun Batangtoru Afdeling Muara Opu hingga diperkirakan perusahaan rugi Rp. 1 Milyar.
Kemudian adanya aksi keberatan ribuan Karyawan karena perolehan bonus Kinerja Tahun 2023 lebih rendah dibanding dengan Karyawan Regional III (Ex PTPN V) Pekanbaru serta terakhir adanya aksi unjuk kekompakan SPBUN Tingkat Perusahaan Regional I, melakukan Long March berjalan kaki sambil membawa bendera dari Kantor Spbun ke Kantor Regional Head diikuti ratusan Pengurus Basis dari 52 Kebun/Unit, dipimpin Ketum Hj. Rina Tanjung, SP.
Dari beberapa permasalahan tersebut, Karyawan menyoroti Kinerja Dirut dan jajaran Direksi lainnya, karena tidak terlihat turun langsung mencari tau akar permasalahan serta memberikan solusi cara mengatasinya, sehingga kerugian perusahaan tidak terus bertambah. “Belum ada Direksi turun dari Jakarta,” ucap beberapa pengurus Spbun.

Menurut sumber Dessernews.com, Dirut Jatmiko juga pernah menyatakan dalam pidatonya pada acara buka bersama puasa dengan mengatakan bahwa Kinerja Regional III (Ex PTPN V) Pekanbaru lebih unggul di banding Regional I Medan.
Beberapa pengurus Spbun yang hadir merasa keberatan, kalau Jatmiko dalam pidatonya selaku Dirut PTPN IV Palmco, membawa-bawa Kinerja asal kebunnya (Jatmiko sebelumnya adalah Direksi PTPN V Pekanbaru sebelum terbentuk Palmco).
“Asal tau saja beliau, Regional I Ex PTPN-III Medan merupakan Leader PTPN se-Indonesia, dan sampai hari ini produktiviasnya masih diatas rata-rata,” sebut Pengurus Spbun tadi dengan nada geram, seraya mengatakan, akhirnya Jatmiko meminta maaf.

Permasalahan yang paling krusial dihadapi ribuan Karyawan Ex PTPN III Medan (Regional I), adalah terkait dengan pembayaran Bonus Kinerja Tahun 2023 yang dibayarkan tanggal 14 Juni 2024 lalu.
Awalnya Karyawan Ex PTPN III merasa gembira dengan dibayarnya bonus tersebut, namun setelah munculnya Surat Edaran Direktur SDM & TI PTPN IV Palmco Suhendri tentang pembayaran Bonus Karyawan Ex PTPN V Pekanbaru (Regional III) di media sosial, membuat mereka gerah, karena nominalnya di atas dari Regional I.
Nominal Bonus Karyawan Regional III Pekanbaru sebesar 4 bulan take home pay, sedang Karyawan Regional III Medan, cuma 3 bulan THP. Padahal produktifitas Regional I lebih tinggi.
Pasca pembayaran Bonus, keesokan harinya Pengurus Spbun se-DLAB2 Kabupaten Labuhan Batu Selatan bergerak atas desakan Karyawan, dengan membuat surat ke Ketua Umum Spbun Tingkat Perusahaan Ex PTPN III H. Rina Tanjung, minta klarifikasi berupa tuntutan berisi lima poin.
Surat yang ditandatangani Ketua Spbun Basis se-Dlab 2, yaitu Ketua Basis Dlab 2, Basis Kebun Sei. Kebara, Basis Kebun Aek Torop, Basis Kebun Aek Raso, Basis Kebun Sei. Baruhur, Basis PKS Sei. Baruhur, Basis PKS Aek Torop dan Basis PKS Aek Raso, ditujukan kepada Ketua Umum Spbun PTPN IV Palmco Regional I Medan Hj. Rina Tanjung, prihal menyampaikan aspirasi.

Ada 5 poin aspirasi disampaikan, yaitu :
1. Pemberian bonus Kinerja Tahun 2023 diharapkan menjadi motivasi dan semangat bagi karyawan Regional I (Ex PTPN III Medan), namun kenyataannya menimbulkan polemik dan kegelisahan.
2. Pasca pembayaran Imbalan Jasa Tahunan (IJT)/Bonus Kinerja Tahun 2023, yang dibayarkan tanggal 14 Juni 2024, seluruh Ketua Spbun Basis Kebun/PKS se-Dlab2 mendapat tekanan dari seluruh anggota terkait nilai nominal yang diterima bila dibandingkan dengan IJT yang diterima Karyawan Regional III (ex PTPN V Pekanbaru).
3. Seperti diketahui bersama bahwa PTPN IV Palmco Regional I (ex PTPN III Medan) merupakan tulang punggung serta penopang, maupun menjadi contoh PTPN atau Regional lain, sehingga sewajarnyalah Karyawan Regional I mendapatkan nilai nominal lebih tinggi dari lainnya.
4. Selanjutnya, kami mempertanyakan tentang transparansi laba Kinerja Tahun 2023 serta sistem pembagian laba tersebut.
5. Apabila aspirasi ini tidak ditanggapi, maka kami akan mengambil sikap dan tindakan secara industrial, sesuai UU Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003 Pasal 137.

Pada, Jum’at (21/6/2024), Spbun Tingkat Perusahaan Ex PTPN-III Medan mengadakan rapat kerja di Kantor Spbun Komplek Kantor Direksi Jln. Sei. Batanghari Medan, bertajuk rapat kerja membahas berbagai peristiwa terkini, seperti tuntutan Spbun DLAB2 masalah nominal Bonus, hingga berkesimpulan melakukan long march ke Kantor Head Regional I.
Hasil Investigasi Wartawan Dessernews.com dari beberapa sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan, bahwa lebih tingginya nominal bonus yang diterima karyawan Regional III Pekanbaru dibanding Karyawan Regional I Medan, karena terjadi perbedaan sumber dananya.
Disebutkan sumber tadi, Bonus Karyawan Regional I Medan, dananya berasal dari Laba Bersih Kinerja Tahun 2023 sebesar Rp. 300 Milyar lebih. Sedang dana pembayaran bonus Karyawan Regional I Pekanbaru sebesar Rp. 200 Milyar lebih, bukan murni dari laba bersih perusahaan. “Ada indikasi nominal itu termasuk dana cadangan perusahaan. Sedang dana cadangan Regional I selalu diambil pihak Holding,” ungkap sumber tadi, seraya mengatakan sangat miris kalau seperti itu kejadiannya.

Beberapa sumber lain mengatakan, kalaupun Direksi Palmco menggunakan dana cadangan untuk membayar bonus Karyawan Regional III Pekanbaru, berlakukanlah hal sama dengan Karyawan yang ada di Regional lain. “Jangan pilih kasih karena dia berasal dari sana. Perlu diganti kalau ada Direksi bersikap seperti itu,” ucap sumber tadi.
Wartawan Dessernews.com yang coba mencari akses untuk menghubungi Direktur Utama PTPN IV Palmco Jatmiko Krisna Santosa, guna melakukan konfirmasi belum berhasil, karena beberapa pihak yang dihubungi belum bisa memberikan nomor handphone nya. “Kita usahakan bang ” sebut sumber.
Ketua Umum DPN FKPPN Drs. H. N. Serta Ginting ketika diwawancarai Wartawan Dessernews.com, Kamis (20/6/2024) di Puri Tri Adiguna Tanjungmorawa terkait adanya kisruh pembayaran bonus Karyawan Regional I Medan, hingga beberapa Pengurus SPBUN membuat surat aspirasi, mengatakan, Direksi Palmco harus bisa menjelaskan secara transparan dan terbuka, sehingga SPBUN dan Karyawan Ex PTPN-III bisa menerima, jangan ada yang ditutup-tutupi. “Kalau tidak ingin ada ribut, jangan buat kebijakan perbedaan perlakuan,” ucap Serta Ginting.

Ketika membuka Muswil DPW FKPPN Sumut, dalam kata Sambutannya, Ketum DPN FKPPN Drs. H. N. Serta Ginting menyampaikan, kalau ditanya soal keberadaan holding, saya katakan tak setuju dengan adanya holding dan kalaupun ada holding, kenapa pakai nama PTPN III, seharusnya pakai nama lain, sehingga semua PTPN I sd XIV, bisa terus bersaing meningkatkan kinerja dan laba perusahaan.
Tidak seperti sekarang ini, tiba-tiba muncul nama PTPN-I Supportingco dan PTPN-IV Palmco, nama PTPN-III menjadi hilang, padahal awalnya merupakan leader nya PTPN. “Apalagi muncul ribut soal pembagian bonus di Regional I Palmco (Ex PTPN-III Medan), yang dianggap lebih rendah dibanding dengan Regional III (ExPTPN-V Pekanbaru),” ungkap Serta Ginting, seraya mengatakan Direksi Palmco harus bisa menjelaskan secara transparan dan terbuka, sehingga SPBUN dan Karyawan Ex PTPN-III bisa menerima, jangan ada yang ditutup-tutupi.
Serta Ginting juga menyinggung tentang keberadaan Tri Dharma Perkebunan. “Kalau tidak diperlukan lagi, hapus saja. Tapi kalau memang masih ada Tri Dharma Perkebunan, ya terapkan la. Biarlah sistem padat karya terus diberlakukan diperkebunan, agar bisa menampung ribuan tenaga kerja anak-anak karyawan,” tegas Ginting sembari menyebutkan, jangan perkebunan dijadikan ajang mencari untung, tapi jadikanlah sebagai suatu lapangan kerja seperti pada Masa Orde Baru, untuk menampung ribuan anak muda usia kerja, yang sekarang menjadi pengangguran, karena perkebunan memiliki karakteristik berbeda, sesuai tempatnya dipelosok negeri.
“Cukuplah perkebunan membayar pajak dan memberi dividen kepada pemerintah sesuai perundangan yang berlaku,” papar Serta Ginting.
Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Perkebunan Negara (KP2N) Sumatera Utara H. Zulkifli Barus ketika dikonfirmasi mengatakan, perlu ditinjau keberadaan Direksi Palmco kalau kebijakannya merugikan pekerja. “Kesejahteraan adalah kunci ketenangan dalam bekerja. Manajemen harus cerdik membaca situasi kejiwaan karyawannya,” ujar Zulkifli Barus serius.

Melihat aksi Spbun Ex PTPN-III (Palmco Regional I) yang bagai menggeruduk Kantor Direksi di Jln. Sei. Batanghari Sei. Sikambing, Medan, Jumat (21/6/2024), terdiri dari unsur Ketua Basis dan Tingkat Perusahaan, H. Zulkifli Barus mengatakan, mereka datang untuk memperjuangkan kesejahteraan karyawan.
Dikatakan Barus, pekikan “Kami datang bukan untuk perang, Kami datang untuk berjuang”, adalah semangat kesatria dalam berjuang. “Mereka hanya ingin mengatakan, Direksi harus bersikap adil dan pro pekerja,” pungkas Zulkifli Barus.
Buntut pemberian bonus rendah, Karyawan Ex PTPN III Medan (sekarang PTPN IV Palmco Regional I) minta Prabowo Subianto tidak memasukkan Eric Tohir dalam kabinetnya mendatang. “Direksi Holding dan Palmco juga perlu ditinjau,” ucap mereka.
Tekait adanya aksi SPBUN PTPN-III, Jumat (21/6/2024) di Kompleks Kantor Direksi Ex PTPN-III (sekarang Regional I Palmco) Medan, Hj. Rina Tanjung, SP selaku Ketua Umum dalam kesempatan tersebut menyatakan, bahwa SPBUN akan tetap mendukung Manajemen PTPN IV Regional I dalam mencapai produktivitas, namun sebaiknya dibentuk tim kecil, yang secara khusus menjadi sarana dialog, antara Pengurus SPBUN dengan Manajemen untuk membicarakan poin-poin penting terkait peningkatan kesejahteraaan Karyawan.

Merespon apa yang diungkapkan Ketua Umum Spbun Tingkat Perusahaan Ex PTPN-III Medan Hj. RinaTanjung, H. Tengku Rinel sebagai Plh. Region Head PTPN IV Palmco Regional I, menyambut baik dan akan segera membentuk tim kecil bersama SPBUN. “Akan kita lakukan dialog bersama-sama, membicarakan tentang Perusahaan dan Kesejahteraan Karyawan,” tegas H. Tengku Rinel.
Penulis : H. Suhartoyo, QIA




