Nusantara

Bupati Pasaman Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Sukseskan World Cleanup Day 2026, Gerakan Bersih Sampah Digelar Serentak 15 Oktober

Ist.

‎
‎Pasaman, desernews.com
‎Bupati Pasaman, Welly Suhery, mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, aparatur nagari, dunia pendidikan, perguruan tinggi, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui gerakan kerja bakti massal dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026.
‎
‎Ajakan tersebut tertuang dalam surat Bupati Pasaman Nomor 600.4.15/92/DPRKPPLH/2026 tentang Kerja Bakti Massal dalam rangka World Cleanup Day 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara serentak pada Kamis, 15 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, di lingkungan masing-masing.
‎
‎Surat tersebut ditujukan kepada Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, wali nagari, perguruan tinggi, serta kepala sekolah SD, SMP, dan SMA/SLTA se-Kabupaten Pasaman.
‎
‎Langkah ini merupakan tindak lanjut atas surat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor B.414/G.1/PLB.2.2/10/2026 tertanggal 7 Oktober 2026 mengenai sosialisasi kerja bakti massal dalam rangka World Cleanup Day 2026.
‎
‎Welly Suhery Dorong Budaya Peduli Lingkungan
‎
‎Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam menggerakkan kerja bakti massal ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat.
‎
‎Kepemimpinan Bupati Welly Suhery diharapkan terus mendorong tumbuhnya budaya gotong royong, kedisiplinan dalam mengelola sampah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, hingga kawasan permukiman dan fasilitas umum.
‎
‎Gerakan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, nagari, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, serta berkelanjutan.
‎
‎Kebersihan lingkungan memiliki arti strategis bagi kualitas hidup masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya memperindah kawasan permukiman, tetapi juga menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mengurangi pencemaran lingkungan.
‎
‎Mengusung Tema “Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah”
‎
‎World Cleanup Day merupakan gerakan aksi bersih-bersih berskala global yang melibatkan masyarakat dari berbagai negara, latar belakang budaya, agama, dan ras. Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik sekaligus mengajak masyarakat mengambil tindakan nyata untuk mengatasi persoalan sampah.
‎
‎Pada 2026, kegiatan World Cleanup Day Indonesia berlangsung mulai 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah.”
‎
‎Tema tersebut mengandung pesan penting bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membebaskan lingkungan dari persoalan sampah. Keterlibatan generasi muda menjadi unsur penting dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
‎
‎Bagi Kabupaten Pasaman, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada para pelajar, sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.
‎
‎Sampah Dipilah dan Dikelola Secara Bertanggung Jawab
‎
‎Dalam pelaksanaan kerja bakti massal, seluruh peserta diminta tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menerapkan pengelolaan sampah yang tepat.
‎
‎Surat Bupati Pasaman tersebut menekankan beberapa hal penting, yakni:
‎Mengumpulkan dan memilah sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu.
‎Mengolah sampah organik menjadi kompos agar dapat dimanfaatkan kembali. Menyalurkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis kepada bank sampah, pelapak, atau pengepul terdekat.
‎
‎Mendokumentasikan kegiatan kerja bakti dalam bentuk foto dan/atau video.
‎Melaporkan pelaksanaan kegiatan melalui tautan linktr.ee/laporanwcd.
‎Ketentuan tersebut menegaskan bahwa gerakan kebersihan perlu dilaksanakan dengan pendekatan yang terencana, tidak berhenti pada kegiatan menyapu dan mengumpulkan sampah, tetapi juga mendorong pemilahan serta pemanfaatan kembali sampah yang masih bernilai guna.
‎
‎Gotong Royong untuk Pasaman yang Bersih dan Berkelanjutan
‎
‎Keberhasilan World Cleanup Day 2026 di Kabupaten Pasaman sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh pihak. Pemerintah daerah, aparatur kecamatan dan nagari, tenaga pendidik, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat diharapkan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
‎
‎Gerakan kerja bakti massal juga diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi kebiasaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎Melalui semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama, Kabupaten Pasaman diharapkan semakin mampu membangun lingkungan yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
‎
‎Upaya ini sejalan dengan harapan agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan hidup sebagai bagian penting dari kesejahteraan masyarakat.
‎
‎Dengan semangat kebersamaan yang digerakkan Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery, World Cleanup Day 2026 diharapkan menjadi momentum nyata untuk menumbuhkan budaya bersih, memperkuat gotong royong, dan mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close