Nusantara

Berawal dari Sapaan WhatsApp Terjalin Silaturahmi, Kisah Perkenalan Eddi Gultom dengan Kapolres Pasaman, AKBP Adiwara Permana Anggawisastra

‎Oleh: H. Eddi Gultom (Wartawan Desernews.com)

Kapolres Pasaman dan Wartawan DeserNews.com

‎
Pasaman, desernews.com
‎Tidak semua perkenalan harus diawali dengan jabat tangan dan pertemuan secara langsung. Terkadang, sebuah sapaan sederhana melalui telepon genggam justru menjadi pintu pembuka silaturahmi, membangun kepercayaan, serta menumbuhkan rasa saling menghargai antara dua insan yang belum pernah bertatap muka.
‎
‎Pengalaman itulah yang dirasakan Eddi Gultom, wartawan Desernews.com yang berdomisili di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, ketika pertama kali berkenalan dengan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, S.I.K., tanggal 28 Juni 2026 yang kini mengemban amanah sebagai Kapolres Pasaman, Polda Sumatera Barat.
‎
‎Kisah ini bukan sekadar cerita tentang perkenalan melalui WhatsApp. Lebih dari itu, terdapat nilai kesederhanaan, keterbukaan, dan penghargaan terhadap silaturahmi yang menjadi bagian penting dalam hubungan antara insan pers dan institusi kepolisian.
‎
‎Berawal dari Informasi Mutasi Kapolres
‎
‎Kisah tersebut bermula ketika Desernews.com membaca informasi mengenai telegram Kapolri tentang rotasi dan mutasi delapan Kapolres di jajaran Polda Sumatera Barat. Salah satu jabatan yang mengalami pergantian adalah Kapolres Pasaman, yang sebelumnya dijabat AKBP Muhammad Agus Hidayat dan kemudian dipercayakan kepada AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, S.I.K., yang saat itu bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat.
‎
‎Mendapatkan informasi tersebut, Eddi Gultom teringat kepada mantan Kapolres Pasaman sebelumnya, AKBP Yudho Huntoro, yang pada saat itu juga bertugas di lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat.
‎
‎Berbekal hubungan komunikasi yang baik, Eddi kemudian menghubungi Yudho Huntoro untuk menanyakan nomor WhatsApp calon Kapolres Pasaman yang baru.
‎
‎“Dek, ada nomor WhatsApp calon Kapolres Pasaman yang baru, Pak Adiwara?” tanya Eddi kepada Yudho.
‎Dengan ramah, Yudho menjawab bahwa nomor tersebut tersedia. Ia kemudian mengirimkan nomor WhatsApp AKBP Adiwara kepada Eddi, sembari menitipkan pesan agar turut membantu Kapolres yang baru dalam menjalankan tugasnya. “Bantu dia ya, Bang,” demikian pesan Yudho kepada Eddi.
‎
‎Eddi pun menjawab singkat, “Siap, Dek.”
‎Sebuah percakapan sederhana, tetapi memiliki makna tersendiri. Dari sanalah langkah awal komunikasi antara seorang wartawan daerah dan calon pimpinan kepolisian di Kabupaten Pasaman mulai terjalin.
‎
‎Sapaan Pertama yang Dibalas dengan Keramahan
‎
‎Setelah menerima nomor WhatsApp tersebut, Eddi Gultom segera memperkenalkan diri kepada AKBP Adiwara Permana Anggawisastra.
‎Dalam pesan singkatnya, Eddi menyampaikan bahwa dirinya merupakan wartawan Desernews.com yang berdomisili di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman.
‎
‎Tidak berselang lama, pesan itu mendapatkan balasan yang bersahaja.
‎“Terima kasih, Pak Eddi. Salam kenal ya,” demikian jawaban Adiwara.
‎
‎Balasan singkat tersebut meninggalkan kesan positif bagi Eddi. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab seorang perwira Polri, keramahan dalam menerima perkenalan menjadi hal sederhana yang patut diapresiasi.
‎
‎Bagi seorang wartawan, komunikasi yang terbuka dengan narasumber merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas jurnalistik. Sebaliknya, bagi seorang pejabat publik, keterbukaan berkomunikasi dengan insan pers dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun hubungan kerja yang sehat, profesional, dan saling menghormati.
‎
‎Pada kesempatan itu, Eddi meminta pasfoto Adiwara untuk keperluan penyusunan profil Kapolres Pasaman. Namun, karena belum memiliki foto terbaru yang sesuai, Adiwara belum dapat mengirimkannya.
‎
‎Foto Berseragam Membawa Kesan Berbeda
‎
‎Beberapa hari menjelang pelantikan sebagai Kapolres Pasaman, Adiwara akhirnya mengirimkan foto terbarunya kepada Eddi Gultom. Ketika menerima foto tersebut, Eddi sempat merasa pangling. Penampilan Adiwara dalam foto berseragam lengkap Polri tampak jauh berbeda dibandingkan gambaran yang sebelumnya ia miliki.
‎
‎Dalam hati, Eddi mengagumi penampilan perwira tersebut yang terlihat gagah, rapi, dan berwibawa ketika mengenakan seragam kebesaran Polri. ‎Kesan itu semakin menguatkan niatnya untuk menyusun tulisan profil mengenai sosok Kapolres Pasaman yang baru, sebagai bentuk pengenalan kepada masyarakat sekaligus dokumentasi jurnalistik tentang pejabat yang mengemban amanah menjaga keamanan dan ketertiban di daerah tersebut.
‎
‎Setelah Adiwara resmi dilantik, Eddi Gultom menyampaikan ucapan selamat dan sukses melalui pemberitaan serta komunikasi yang mereka bangun.
‎
‎Hampir Tiga Bulan Bertugas, Belum Pernah Bertatap Muka
‎
‎Ada hal menarik dalam kisah perkenalan tersebut. Meski komunikasi melalui WhatsApp telah terjalin sejak sebelum pelantikan, Eddi Gultom mengaku belum pernah bertemu secara langsung dengan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, bahkan setelah Kapolres tersebut bertugas selama lebih dari dua bulan.
‎
‎Bagi sebagian orang, keadaan seperti ini mungkin terasa tidak lazim. Namun, perkembangan teknologi telah membuka ruang komunikasi yang luas, sehingga perkenalan dan koordinasi awal dapat berlangsung tanpa harus didahului pertemuan fisik.
‎
‎Walaupun demikian, Eddi memahami bahwa pertemuan langsung tetap penting, khususnya untuk membangun komunikasi yang lebih mendalam dan memperoleh informasi yang akurat mengenai perjalanan karier, pengalaman kedinasan, serta visi dan komitmen Kapolres Pasaman dalam melaksanakan tugasnya.
‎
‎Karena itu, belakangan Eddi kembali mengirimkan pesan kepada Adiwara untuk memohon waktu bertemu. Tujuannya adalah melakukan pengumpulan data dan wawancara sebagai bahan penyusunan profil Kapolres Pasaman.
‎
‎Menanggapi permintaan tersebut, Adiwara memberikan jawaban yang terbuka dan mempersilakan Eddi untuk datang ke Lubuk Sikaping.
‎“Datang saja, Pak. Hubungi saya saja nanti,” demikian jawaban Kapolres Pasaman tersebut.
‎
‎Jawaban itu menjadi angin segar bagi Eddi untuk melanjutkan rencana jurnalistiknya. Ia pun berencana, apabila waktu dan kesempatan memungkinkan serta atas izin Allah SWT, berkunjung ke Lubuk Sikaping untuk bertemu langsung dengan Kapolres Pasaman.
‎
‎Silaturahmi, Profesionalisme, dan Amanah Pelayanan
‎
‎Bagi Eddi Gultom, kisah perkenalan dengan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra memberikan pelajaran bahwa hubungan baik tidak selalu lahir dari pertemuan besar atau percakapan panjang. Adakalanya, sebuah pesan singkat yang dibalas dengan santun menjadi awal dari hubungan yang penuh penghargaan.
‎
‎Ia juga memandang bahwa hubungan antara insan pers dan kepolisian perlu dibangun di atas prinsip profesionalisme, keterbukaan informasi, saling menghormati, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan etika masing-masing profesi.
‎
‎Pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. Sementara itu, kepolisian mengemban amanah menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
‎
‎Dalam konteks tersebut, komunikasi yang baik antara wartawan dan pejabat kepolisian dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan informasi mengenai program, kegiatan, dan pelayanan publik kepada masyarakat secara bertanggung jawab.
‎
‎Eddi berharap, ketika kesempatan bertatap muka dengan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra tiba, pertemuan tersebut dapat menjadi momentum untuk saling mengenal lebih dekat, mempererat silaturahmi, sekaligus menggali informasi mengenai kiprah dan pengabdian Kapolres Pasaman dalam menjalankan amanahnya.
‎
‎Baginya, jabatan Kapolres bukan semata-mata simbol kewenangan, melainkan tanggung jawab besar yang menuntut ketegasan, kebijaksanaan, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.
‎
‎Sosok pemimpin yang mampu membangun komunikasi dengan baik, menerima silaturahmi secara terbuka, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab tentu diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
‎
‎Pada akhirnya, kisah perkenalan Eddi Gultom dengan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra menjadi pengingat bahwa teknologi hanyalah sarana, sedangkan ketulusan dan sikap saling menghargai merupakan fondasi hubungan antarmanusia.
‎
‎Dari sebuah nomor WhatsApp, lahirlah sapaan. Dari sapaan, tumbuh komunikasi. Dan dari komunikasi, terbuka kesempatan untuk membangun silaturahmi yang lebih erat demi mendukung penyampaian informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pasaman.
‎
‎Semoga pertemuan yang direncanakan tersebut mendapat kemudahan dan rida Allah SWT, serta menjadi awal dari komunikasi yang semakin baik antara insan pers dan jajaran Polres Pasaman, dengan tetap menjunjung tinggi independensi pers, profesionalisme, dan kepentingan masyarakat.(DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close