Diduga Berawal dari Senggolan Sepmor, Sembiring Tewas Ditikam

Tanah Karo, desernews.com
Kasus perkelahian terjadi di desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran, Minggu (9/7/2023) sekira jam 22:30 wib mengakibatkan Malem Ukur Sembiring (45) warga Desa Kuta Rayat tewas dengan luka dan bersimbah darah.
Mengetahui adanya kejadian itu, warga langsung ke TKP dan menemukan korban dalam keadaan tidak berdaya tergeletak ditanah dan sudah meninggal dunia.
Selanjutnya, kasus penikaman ini langsung dilaporkan ke Polsek Simpang Empat, dan tidak berselang lama petugas tiba di TKP dan mengevakuasi korban ke RSU Kabanjahe untuk divisum.
Kepala Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran, Satar Ginting Seragih ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (10/7) sekira jam 13:05 wib membenarkan bahwa ada salah seorang warganya bernama Malem Ukur Sembiring meninggal dunia akibat luka tusukan senjata tajam.
Kejadian ini diketahui sekira jam 22:30 wib di Dusun 3 Tapin Lau Njulu Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran dan motifnya diduga karena ketersinggungan pelaku terhadap korban. “Pelaku dan korban masih ada tali persaudaraan.” Ujarnya.
Setelah kejadian ini, anggota Polsek Simpang Empat langsung dihubungi dan tiba di lokasi dan pelakunya sudah diamankan Polisi berinisial MT (16) dan BT (22) warga Desa Kutarayat Kecamatan Naman Teran.
Sementara info dari lain terjadinya penikaman ini, bahwa korban ada selisih paham dengan MT adik dari BT, mungkin BT tidak terima sehingga abang adik ini mendatangi korban dan terjadi perkelahian dan mengakibatkan korban meninggal karena ditusuk dengan sajam.
“Polisi ada mengamankan sebilah pisau dan satu potongan bambu sebagai barang bukti.” Jelasnya.
Sementara keterangan dari warga lainnya, kejadian itu diduga berawal dari senggolan sepeda motor hingga terjadi percekcokan.
“Korban dan pelaku sempat ribut di Cafe Dandi Uruk Ganjang Kuta Rayat sehingga pelaku milih pergi menuju rumahnya. Namun korban terus mengejarnya dari belakang sehingga terjadi perkelahian dan mengakibatkan Malem Ukur tewas akibat tikaman senjata tajam pelaku. Ini yang kami dapat ceritanya, dan dua orang pelaku sudah ditangkap.” Jelas Sitepu kepada wartawan.(FS-Ring)




