Sempat Dimassa Warga Lantaran Disangka Penculik Anak, Polisi Akan Proses Kasus Penganiayaan ODGJ

Pantai Labu, desernews.com
Pihak kepolisian berjanji akan memproses kasus penganiayaan terhadap Surianto Alias Anto (32), pria Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sempat dihakimi massa karena dituding sebagai penculik anak di Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.
Kepolisian menindaklanjuti kasus tersebut karena sudah ada laporan dari pihak keluarga Surianto alias Anto.
Keluarga Surianto alias Anto tinggal di Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang.
“Laporannya baru kemarin itu. Ya kita proses nanti. Kami akan selidiki dulu bagaimana permasalahan yang terjadi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol I Kadek Hery Cahyadi, Sabtu (11/2/2023).
Isu penculikan saat ini yang kembali muncul di tengah masyarakat hingga membuat takut para orang tua.
Mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan itu pun meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita hoaks.
Pasalnya sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat ke Polresta Deliserdang, terkait penculikan anak.
“Informasi hoaks itukan gampang kali sekarang ini (dipercaya). Kita jangan percaya sama berita hoax. Belum ada laporan (soal penculikan),” kata Kadek.
Sementara itu, kelurga Surianto alias Anto telah membuat laporan penganiayaan yang dialami korban ke Polresta Deliserdang pada Jumat (11/2/2023) kemarin, dengan surat tanda terima laporan polisi nomor : STTLP/B/104/11/2023/SPKT/POLRESTA DELI SERDANG/POLDA SUMUT.
Laporan tersebut dibuat satu hari setelah korban mengalami penganiayaan.
“Pihak keluarga hanya minta yang menganiaya bertanggungjawab. Diakan jadi korban, orang yang nggak salah dianiaya. Sampai dipijak-pijak itu bukti videonya sudah kita kasih sama polisi. Kupingnya koyak itu dan badannya pun biru semua, termasuk mukanya jadi bonyok ” kata Boinem mewakili pihak keluarga Surianto alias Anto.
Boinem pun menceritakan kalau selama ini korban tidak pernah berbuat onar di Desa Sugiharjo.
Surianto alias Anto sehari-hari tinggal sama adiknya yang sudah berumahtangga.
Untuk melengkapi bukti di kepolisian, korban dengan didampingi kelurga telah melakukan visum di RSUD Amri Tambunan.
“Betul seperti itu dia (punya gangguan jiwa) tapi nggak mau ganggu orang dia itu. Mungkin karena capek dia jalan ke sana (Desa Bagan Serdang) mau minta minum dia karena capek. Orang-orang yang di luar (sempat masuk rumah warga) itu yang beringas sama dia,” sebut Boinem.
Boinem mengungkapkan, Kepala Desa Bagan Serdang sempat mau memberi uang Rp 300 ribu untuk biaya perobatan rumah sakit Surianto alias Anto.
Namun, ia mengaku keluarga menolak karena mengganggap permasalahan ini tidak bisa cuma diselesaikan dengan begitu saja.
“Bahasa Kades nggak enak. Dibilang udah nggak ada uang, ini 300 ribu kalian bawa berobat. Ya nggak ada minta maaf, dikasih 300 ribu kan udah ngejek keluarga namanya itu. Makanya keluarga minta yang mukuli dan mijak-mijak korban itu bertanggungjawab. Di videokan tau orangnya dan Kadesnya taunya itu siapa-siapa saja itu,” tegas Boinem.
Video Anto ketika dihajar massa pun saat ini beredar di media sosial. Saat itu selain orang dewasa, banyak juga anak-anak yang ikut menganiayanya.
Meski sudah tidak bergerak, tetap saja korban dipukuli dan diinjak massa.(tm/DN)




