Jamaah Kecewa Pembuatan Ornamen dan Interior Masjid Syuhada Galang Asal Jadi
Galang, desernews.com
Pembuatan ornamen pada interior bangunan Masjid Raya Syuhada di Kelurahan Galang Kota, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang hingga kini mendapat kritikan dan pergunjingan dari para jamaah tersebut.
Setelah jamaah kecewa dan cemas melihat pagar pembatas di lantai 2 masjid Syuhada yang dinilai sangat lentur karena tidak diikat besi ke tiang masjid. Sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan jamaah, khususnya anak anak yang dilantai 2 terjatuh ketika mereka bersandar ke pagar pembatas itu.
Kini jamaah kembali dijengkelkan masalah pasangan tulisan kaligrafi asmaul husna yang terbalik pada dinding dalam bangunan masjid Syuhada.
Jamaah menilai pembuatan ornamen masjid Syuhada yang menelen Rp 1,2 milyar itu terkesan asal jadi.
“Biayanya cukup besar, tapi hasilnya kerjanya tidak rapi dan asal jadi saja. Padahal biayanya cukup besar, mencapai Rp 1,2 milyar”, ucap Ketua Forum Jamaah Masjid Raya Syuhada, Pahala Sinaga kepada desernews.com, Kamis (20/01/2023).
Jamaah Masjid Raya Syuhada menduga dalam pembuatan ornamen Masjid Raya Syuhada telah terjadi mark up (pembengkakan biaya).
Diduga Terjadi Mark Up
Diperkirakan biaya membuat ornamen itu hanya sekitar Rp 700 juta. Tetapi oleh Dinas yang bersangkutan dianggarkan Rp 1,2 milyar lebih.
“” Pembuatan ornamen itu perlu diusut. Karena dana yang dianggarkan terlalu besar. Hemat saya membuat ornamen 2 gawang itu sama membuat dinding kaca paling habis dananya 700 juta”, ujar salah seorang jamaah yang mengerti tentang biaya bangunan.

Jamaah mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Utara mengusut pembuatan ornamen Masjid Raya Syuhada di Kelurahan Galang Kota, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Karena diduga telah terjadi mark up yang mengakibatkan kerugian negara mencapai 500 juta lebih atau setengah milyar.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Deli Serdang, Rachmadsyah, S.T ketika dikonfirmasi desernews.com lewat telepon seluler tak bersedia mengangkat telepon genggamnya.
Sementara Kabid Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Deli Serdang, Afrizal ST saat dihubungi desernews.com tak banyak memberikan keterangan.
Menurut Afrizal, ia masih baru menjabat di bidang tersebut. Sehingga ia belum tahu apa apa, baik lokasinya maupun masalahnya.
“Saya masih baru (menjabat) ini pak. Jadi belum tahu apa apa ini pak masalah itu. Nanti saya koordinasikan sama pengawas dan konsultannya serta kontraktornya”, ujar Afrizal. (Her/DN).




