Olahraga

Gara-gara Kritik Shin Tae-yong, Exco PSSI Haruna dan Keluarga Dikecam Netizen, PSSI Turun Tangan

Exco PSSI Haruna Soemitro

Jakarta, desernews.com

Posisi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kembali goyang setalah mendapatkan kritik dari Haruna Semitro.

Anggota Exco PSSI, Haruna Soemitro sempat mengkritik kepemimpinan Shin Tae-yong dalam sebuah podcast.

Ia menyebutkan bahwa Shin Tae-yong mudah tersinggung dan tidak ingin menerima masukan serta kritik dari Exco.

Haruna juga sempat menyinggung Indonesia masih gagal meraih trofi juara Piala AFF 2020.

Gara-gara mengkritik Shin Tae-yong, Haruna mendapatkan kecaman dari warganet.
Bahkan, ia menyebutkan media sosial istri dan anaknya juga diteror netizen Indonesia.

Namun, kritik Haruna kepada kinerja Shin Tae-yong itu mendapat respons buruk dari warganet Indonesia.
Tagar HarunaOut sempat menghiasi lini trending topic di Twitter.

Pada acara Kompas Petang di KOMPAS TV, Senin (17/1/2021) sore WIB, Haruna menyebut tingkah warganet Indonesia sudah keterlaluan dan sangat disayangkan.

Haruna mengatakan bahwa akun Instagram milik anak dan istrinya juga menjadi sasaran.

“Pro kontra itu biasa. Hanya saja kan kita berharap argumentasi mestinya dibalas dengan argumentasi,” tutur Haruna.

“Jangan kemudian masuk ke masalah pribadi kemudian menyerang hal-hal yang sifatnya pribadi, IG (Instagram) nya anak saya, istri saya kemudian diserang habis,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat manajer Madura United itu menganggap bahwa kritiknya terhadap Shin Tae-yong memang perlu disampaikan, demi Timnas Indonesia yang lebih baik.

“Saya menyampaikan sesuatu atas tugas dan tanggung jawab saya sebagai eksekutif komite untuk memberikan masukan kepada Timnas,” ucapnya.

Haruna juga angkat bicara terkait kegaduhan yang timbul atas kritiknya pada Shin Tae-yong.

Haruna Soemitro menjadi perhatian publik usai melontarkan kritikan pedas pada pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dalam sebuah podcast baru-baru ini.
Dalam kritikannya, Haruna menyebutkan soal Shin yang kurang bisa menerima kritik.

Ia juga mengkritik game plan dan pelatihan Shin yang berbeda dengan klub.Namun, setelah mengkritik Shin Tae-yong, Haruna justru menyulut kegaduhan di kalangan netizen dengan pernyataannya.

Kolom komentar podcast tersebut langsung dipenuhi komentar netizen yang mengecam ucapan Haruna.

Tak cuma itu, tagar #Harunaout juga sampai trending di Twitter dan banyak komentar geram dari netizen di berbagi media sosial lain pada Haruna.

Tugas Evaluasi Timnas

Terkait ucapannya yang menimbulkan kegaduhan dan menjadi sasaran kritikan netizen, Haruna pun angkat bicara.

Dilansir dari Kompas.com, Haruna menuturkan jika mengevaluasi pelatih Timnas Indonesia memang menjadi salah satu tugas Exco PSSI.

“Evaluasi kan tugas saya sebagai Exco. Shin Tae Yong ini yang memilih Exco bukan netizen. Jadi ketika ada proses pergantian dari Luis Milla ke Shin Tae Yong ini kan diputuskan di Malaysia dan dihadapan Exco dan Exco yang memutuskan,” kata Haruna Soemitro kepada Kompas.com.

“Hari ini, kemudian saya sebagai Exco menjalankan tugas kemudian dikritik, ini kan lucu,” ucapnya lagi.

Haruna juga menjelaskan jika apa yang disampaikannya bukanlah pendapat pribadinya.

Semua itu merupakan kumpulan aspirasi dan keresahan-keresahan yang ditampung dari berbagai pihak.

“Dan saya menyampaikan sesuai yang dikeluhkan pelatih Liga 1. Saya menyampaikan aspirasi, saya menjalankan tugas, kemudian saya di-bully,” ujar Haruna Soemitro.

“Kalau memang suruh diam, ya sudah saya diam. Mending datang duduk dan diam saja,” katanya mengakhiri.

PSSI Pastikan Kontrak Shin Tae-yong

Ketum PSSI Mochamad Iriawan dan Shin Tae-yong

Sementara itu, kegaduhan terkait kritik Haruna ini pun turut menarik perhatian PSSI.

PSSI menyatakan memaklumi adanya pro dan kontra terkait hal-hal yang berkaitan dengan Timnas Indonesia.

“Ketua Umum Mochamad Iriawan pun memaklumi adanya berbagai pendapat dalam sebuah diskusi di internal PSSI,” ujar Sekjen PSSI Yunus Nusi.

“Ketua umum memahami dan memaklumi pendapat dalam sebuah diskusi di internal PSSI tentang timnas Indonesia, baik itu diskusi menyangkut hasil Piala AFF 2020, naturalisasi, jadwal timnas.”

“Bahkan, apakah penting PSSI akan mengambil posisi sebagai tuan rumah dalam event 2022, baik itu Piala AFF maupun kualifikasi Piala Asia pada Juni 2022,” imbuhnya.

Meski begitu posisi Shin dipastikan tak akan tergoyahkan dan akan tetap dipercaya memegang Timnas Indonesia sesuai kontrak.

“Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada Shin Tae-yong hingga 2023 sesuai kontrak.”

“Bahkan, tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat,” kata Yunus Nusi lagi.(trib/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close