Nusantara

Jalan Kampung Koto Tuo-Huraba Memprihatinkan, Warga Berharap Perhatian Bupati Pasaman Welly Suhery

Jalan terjal bebatuan di tanjakan Kampung Koto Tuo menuju Kampung Huraba yang telah banyak korban berjatuhan.


‎Pasaman (Dua Koto), desernews.com
‎‎Kondisi ruas jalan sepanjang lebih kurang 1,5 kilometer di kawasan Kampung Koto Tuo, Kejorongan Batang Tuhur, Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, kini memprihatinkan.

‎Kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama tersebut menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut keselamatan dan kelancaran mobilitas warga, khususnya para pelajar yang setiap hari melintasinya.

‎Jalan tersebut diketahui pernah mendapatkan pengaspalan lapen pada masa pemerintahan Bupati Pasaman Yusuf Lubis, sekitar 15 tahun silam. Namun, sejak itu belum mendapatkan penanganan berarti, baik berupa pengerasan maupun pengaspalan kembali.

‎Seiring tingginya intensitas penggunaan dan usia konstruksi yang telah cukup lama, lapisan aspal kini telah mengalami kerusakan. Batu koral berserakan di sejumlah bagian badan jalan, sementara beberapa titik kondisinya cukup terjal dan licin( tanjakan koto tua ), sehingga berpotensi membahayakan pengguna kendaraan roda dua.

‎Desri, salah seorang warga Kampung Huraba, saat ditemui wartawan di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut telah menyebabkan cukup banyak warga terjatuh.

‎“Kalau dicatat, hampir setiap bulan ada saja yang terjatuh. Terutama anak-anak sekolah yang setiap pagi melewati jalan ini,” tuturnya.

‎Ia menuturkan, belum lama ini anaknya, Lisa Saputri, siswi kelas satu SMKN 1 Dua Koto, juga mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan tersebut. Lisa mengalami luka pada tangan, betis dan kaki sehingga tidak dapat mengikuti aktivitas sekolah untuk sementara waktu.

Kondisi jalan tanjakan Kampung Koto Tuo selain jalannya berkelok batu koral seperti buah mangga berserakan membuat banyak orang yang terjatuh.

Menurut Desri, korban tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Warga dewasa pun beberapa kali mengalami kejadian serupa ketika melintasi ruas jalan yang kondisinya cukup terjal tersebut.

‎Ironisnya, kondisi jalan itu bahkan turut dialami langsung oleh Wali Nagari Cubadak Tengah, Drs. Sulhaddi. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, wali nagari tersebut dilaporkan terjatuh saat hendak berangkat ke kantor untuk menjalankan tugas pemerintahan dengan mengendarai sepeda motor Honda NMAX kendaraan dinas plat merah.

‎Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan infrastruktur jalan bukan semata-mata menyangkut kenyamanan, tetapi telah bersentuhan langsung dengan aspek keselamatan masyarakat.

‎Selain kerusakan fisik, persoalan lain juga dirasakan warga ketika musim kemarau. Debu dari badan jalan yang kering beterbangan dan masuk ke rumah-rumah penduduk sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat yang bermukim di sepanjang kawasan tersebut.

‎Sebaliknya, ketika musim penghujan tiba, sejumlah bagian jalan yang memiliki kontur rendah kerap digenangi air. Kondisi ini semakin memperparah kerusakan badan jalan sekaligus menyulitkan warga yang hendak melintas.

‎Masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery, ST, dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi ruas jalan tersebut.

‎ Harapan itu dinilai sangat beralasan mengingat akses jalan merupakan salah satu infrastruktur dasar yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan pemerintahan serta mobilitas masyarakat pedesaan.

‎Sosok Bupati Welly Suhery selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap pembangunan dan pemerataan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan kebangkitan Pasaman.

‎Karena itu, masyarakat berharap ruas jalan Kampung Koto Tuo-Huraba  dapat menjadi bagian dari agenda penanganan infrastruktur yang mendapat prioritas pemerintah daerah sesuai kemampuan anggaran dan skala kebutuhan.

‎Apresiasi juga patut diberikan kepada Wali Nagari Cubadak Tengah, Drs. Sulhaddi, yang dinilai tetap menunjukkan komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan dan melayani masyarakat di tengah berbagai keterbatasan infrastruktur di wilayahnya.

‎Bahkan, pengalaman terjatuh saat menggunakan jalan tersebut menjadi pengalaman langsung yang semakin memperlihatkan pentingnya pembenahan akses transportasi bagi masyarakat nagari.

‎Menariknya, kondisi jalan menuju Kampung Huraba dari arah Kampung Koto Tuo selanjutnya relatif jauh lebih baik. Ruas jalan tersebut telah mendapatkan lapisan hotmix sehingga kondisinya kini mulus dan nyaman dilalui.

‎Masyarakat berharap peningkatan kualitas jalan yang telah dilakukan pada ruas menuju Kampung Huraba tersebut dapat pula dilanjutkan hingga mencakup ruas sepanjang lebih kurang 1,5 kilometer yang saat ini masih dalam kondisi rusak.

‎Dengan penanganan melalui pengaspalan hotmix, masyarakat meyakini akses transportasi akan menjadi lebih aman, nyaman dan mampu memberikan manfaat jangka panjang.

‎ Selain mendukung aktivitas para pelajar, perbaikan jalan juga diharapkan dapat memperlancar kegiatan ekonomi serta memperkuat konektivitas antarkampung di Nagari Cubadak Tengah.

‎Kini, harapan masyarakat tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan program pembangunan yang tepat.

‎Bagi warga, jalan yang layak bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan yang menentukan kelancaran aktivitas dan masa depan masyarakat di kawasan tersebut.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close