Bupati Deli Serdang Minta Edukasi Kebencanaan Menjangkau Seluruh Wilayah

Percut Sei Tuan, desernews.com
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, mendorong perluasan edukasi kebencanaan agar kesiapsiagaan tidak hanya dipahami peserta pelatihan, tetapi juga menjangkau masyarakat di seluruh wilayah.
Upaya ini ditegaskan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan saat membuka Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) 2026 yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (13/10/2026).
Bupati meminta materi yang diperoleh peserta diteruskan melalui pelatihan internal (in-house training) dan diterapkan di lingkungan kerja maupun masyarakat. Dengan demikian, pengetahuan mengenai langkah penyelamatan diri dan mitigasi bencana dapat menjangkau lebih banyak orang.
“Jangan sampai pengetahuan tentang bencana hanya dimiliki oleh peserta yang hadir hari ini. Materi yang diperoleh harus diteruskan agar masyarakat mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi,” tegasnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan merupakan bagian penting dari upaya melindungi masyarakat dari risiko bencana. Pembangunan daerah, kata dia, tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan aspek keselamatan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Ia menambahkan, pengalaman penanganan bencana yang melanda Deli Serdang pada akhir 2025 menjadi pengingat bahwa upaya mitigasi harus terus diperkuat.
“Kemarin kami mendapatkan alat deteksi dini WRC kemudian bersama BMKG juga telah menyinkronkan alat early warning system (EWS) yang dimiliki Pemkab dalam penanggulangan banjir. Alat ini sangat penting sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak bencana dan mencegah jatuhnya korban jiwa,” tambahnya.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, Bupati meminta sinergi serta koordinasi dengan unsur TNI dan Polri serta perangkat daerah terkait agar pengetahuan yang disampaikan dalam Sekolah Lapang Gempabumi dapat diteruskan ke berbagai wilayah di Deli Serdang.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, diwakili Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I, Hendro Nugroho mengatakan, Sekolah Lapang Gempabumi 2026 diselenggarakan BMKG untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya di Sumatera Utara yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi.
“Kolaborasi dan kesiapsiagaan bersama dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi sangat penting sebagai bagian mitigasi sehingga risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga semakin terlindungi,” ucapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Anggota Komisi V DPR RI, jajaran pimpinan BMKG, Kepala BPBD Deli Serdang, para kepala unit pelaksana teknis BMKG dari berbagai wilayah, peserta Sekolah Lapang Gempabumi, serta undangan lainnya.(Rel)




